Rabu, 19 Februari 2014

Misteri Manusia Hidup Dengan Dinosaurus

Misteri Manusia Hidup Dengan Dinosaurus


Manusia hidup dengan dinosaurus mungkin pernah kita lihat di film The Flinstone. Namun bebrapa peneliti meyakini bahwa manusia pernah hidup berdampingan dengan dinosaurus. Seperti yang kita ketahui, para Dinosaurus pertama kali muncul 228 juta tahun silam, dan mereka bertahan hidup dengan waktu yang sangat lama hingga sekitar 65 juta tahun yang lalu. (Sebagai perbandingannya, manusia muncul sekitar tiga juta tahun yang lalu)

Era ketertarikan pada Dinosaurus dimulai pada tahun 1820-an, ketika seorang pendeta, William Buckland dan seorang ahli fisika, Gideon Mantell secara terpisah menemukan beberapa tulang aneh dan sangat besar di pertambangan Inggris bagian selatan. Pada tahun 1842,seorang ahli anatomi Inggris, Richard Owen, mengusulkan agar hewan raksasa yang telah punah ini sebaiknya diberi nama Dinosaurus, dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti â??Kadal yang menakutkanâ??.

Film pertama yang memunculkan dinosaurus adalah film tahun 1912 buatan D.W. Griffith dengan judul Manâ??s Genesis (Dinosaurusnya masih lucu-lucu disini, sama sekali nggaâ?? serem, coba cari infonya di Google). Namun film Dinosaurus pertama yang paling menarik perhatian adalah Gertie the Dinaosaur, sebuah film animasi pada tahun 1914. Sejak itu,dibuatlah ratusan film yang menampilkan dinosaurus, termasuk film menarik pada tahun 1966 yang berjudul One Million Years B.C. Ini film pertama yang menampilkan manusia hidup berdampingan dengan Dinosaurus.

Semuanya menegaskan bahwa Dinosaurus punah 65 juta tahun yang lalu, pada saat itu manusia pun belum muncul. Jadi, jika kita tidak hidup bersama dinosaurus paling tidak kita hidup bersama keturunan dekat mereka. Tapi, kali ini saya mau menunjukkan beberapa bukti yang barangkali bisa merubah pandangan para ahli-ahli dari berbagai disiplin ilmu tsb ada sebuah kemungkinan memang benar bahwa terdapat manusia modern yang pernah hidup sejaman dengan Dinosaurus.
Diatas ini adalah fosil jari manusia â??modernâ?? berusia lebih dari 100 juta tahun!!. Suatu temuan yang bisa dibilang sangat mengejutkan apabila kita lihat dari usia fosil tsb. Jika kita lihat dari periode itu, berarti si manusia modern yang mempunyai jari ini memang benar-benar hidup sejaman dengan mereka para Dinosaurus.

â??Doktor Brosshil, Ketua Fakultas Geologi, Institut Berry, Kentucky, Amerika Serikat pada tahun 1938 mengumumkan bahwa ia menemukan 10 jejak binatang yang menyerupai manusia di karang pasir pada zaman karbon. Sahabat anehdidunia.com foto mikroskop dan infra merah membuktikan, bahwa semua jejak ini adalah tercipta secara alami dari pijakan kaki manusia, dan bukan diukir oleh tangan manusia. Menurut perkiraan, batu-batu yang meninggalkan jejak kaki manusia ini sejarahnya diperkirakan telah mencapai 250 juta tahun lamanya. Pada saat yang lebih awal lagi, ada orang di kota St.Loui, tepi sungai Mississippi, Amerika Serikat, pernah menemukan sepasang jejak kaki manusia di sebuah batu karang. Menurut penilaian ahli geologi, sejarah batuan ini kira-kira sudah 270 juta tahun lamanya.

Penemuan yang lebih unik lagi adalah Sumber Antilop di Utah, Amerika Serikat. Seorang penggemar bernama Missanter pada bulan Juni tahun 1968 menemukan beberapa bongkah fosil trilobite. Dia menceritakan bahwa di saat dia menggunakan palu geologi dengan ringan mengetuk untuk membuka selempengan batu, lempeng batu-batu terbuka sama seperti sebuah buku, dia dengan terkejut menemukan jejak kaki seorang manusia pada permukaan batu yang sedang menginjak trilobite pada bagian tengahnya, sedangkan kepingan batu yang satunya lagi juga hampir memperlihatkan bentuk jejak kaki yang sempurna, namun yang semakin membuat orang merasa heran adalah ternyata beberapa orang itu mengenakan sandal!
Kemudian, pada bulan Juli 1968, ahli geologi ternama Doktor Bedick berinisiatif pergi sendiri ke Sumber Antilop untuk melakukan penyelidikan, lalu menemukan lagi sebuah jejak kaki anak kecil. Pada bulan Agustus 1968, seorang pengajar di sekolah pemerintah di kota danau garam yang bernama Howard menemukan lagi dua jejak kaki manusia yang mengenakan sepatu di sebuah batuan yang sama yang mengandung fosil trilobite.

Trilobite adalah binatang samudera yang halus-kecil dan tidak memiliki ruas tulang belakang, satu spesies dengan udang dan kepiting. Waktu keberadaannya di bumi di mulai sejak 600 juta tahun yang lampau hingga punah pada 280 juta tahun yang silamâ??
Semakin membingungkan? Mari kita bandingkan :

Fosil pertama : Fosil Jari telunjuk manusia modern diatas berusia 100 juta tahun (periode ini sudah ada Dinosaurus)
Fosil kedua : Fosil Jejak kaki manusia yang seperti menggunakan alas kaki diatas berusia 250 tahun (periode ini sudah ada Dinosaurus)

Perbandingannya Dinosaurus punah 65 juta tahun silam, berarti memang benar ada manusia yang pernah hidup sezaman dengan Dinosaurus dong? hahaha Ok deh, mungkin ini bisa dikatakan sebagai suatu misteri terbesar juga, jika benar manusia modern telah muncul pada masa-masa itu, berarti itu jauh dari perkiraan para ahli yang menyebutkan kemunculan manusia modern sekitar 30.000 thn silam.

Apa mungkin orang-orang ini datang dari masa depan dengan mesin waktu ya? Apa mungkin cara penghitungan karbonnya yang salah? Bagaimana menurut pendapat teman-teman tentang masalah ini? Bagi teman-teman yg belum tahu maksud dari penanggalan potasium argon dan penanggalan radio karbon, berikut
penjelasannya :
Penanggalan radio karbon adl cara menghitung sisa2 dari sesuatu yang hidup berdasarkan kandungan karbon mereka. Ini cukup akurat untuk menghitung usia peninggalan hingga 50.000 tahun lalu. Penanggalan Potasium Argon adl cara menghitung usia batu tempat relik itu ditemukan melalui kandungan potasium dan argon mereka.Sisa manusia di Afrika ditandai dengan cara ini.
Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa bernama ICA yang memiliki sebuah museum batu. Di dalam museum tersebut terpajang lebih dari 10.000 batu misterius yang terukir aneka gambar, sejumlah besar gambar yang sulit dipercaya, yang tercatat adalah sebuah peradaban manusia purbakala yang sangat maju yang telah musnah, gambar-gambar batu ini disebut prasasti batu ICA.

Menurut laporan media setempat, batuan-batuan yang terukir gambar yang disimpan di museum tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa, binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori lain.

Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli terkait telah mengadakan tes kimia pada batu tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-batu tersebut berasal dari sungai setempat dan merupakan batu Gunung Andes, permukaannya ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme jutaan tahun silam.

Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu ukiran tersebut dinamakan â??bangsa geologicalâ??, menurut pengamatan dari gambar batu ukiran tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat maju. Di atas batu ukiran tersebut dilukiskan tentang operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop, peralatan medis, manusia yang mengejar dinosaurus dan lain-lain pemandangan yang sulit dijelaskan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.
Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa melihat secara jelas suasana kehidupan manusia bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh, dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu. Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah sejak ratusan juta tahun silam, namun yang membingungkan adalah bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?

Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas punggung Triceratops, tangannya menggengam senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya, tampak seorang manusia tengah menunggang di atas punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.

Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr. Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi, mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.

Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang hingga sekarang masih merupakan misteri yakni daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang ditemukan juga ada gambaran tentang daratan purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke empat batu tersebut memang benar merupakan peta dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat dan akurat.

Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa geological menguasai teknologi medis yang tinggi, misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan pemisahan dan pengambilan benda berbentuk gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti transplantasi.

Atlantis = INDONESIA

Atlantis = INDONESIA

“Atlantis The Lost Continents Finally Found”. Dimana ditemukannya ? Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (?!). Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari yang Kuasa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.

Pencarian dilakukan di Samudera Atlantik, Laut Tengah, Karibia, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata. Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya..

Prof. Santos mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini. Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology. Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visitors. Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI.

Plato pernah menulis tentang Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western World). Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?

Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.
Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Yang kuasa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.
Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat. Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.

Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.
Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia.
Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.
Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.
Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.
Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan. Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .
Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut.
Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia. Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi.

Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.

Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat Celcius lebih dingin dari sekarang.
Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia yang memang terletak di katulistiwa.
Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”. Luas ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah dengan luas Laut China Selatan.

Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain.
Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama.
Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.

Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.

Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.

Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.
Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.

Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut.

Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia. Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution.
Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia.

Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.

Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’.

Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia. Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.

Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu.

Bumi Akan Gelap 23-25 Desember adalah Hoax !

Bumi Akan Gelap 23-25 Desember adalah Hoax !

Heboh nya pemberitaan yang beredar mengenai bumi akan gelap selama tiga hari yang “katanya” di publikasikan oleh NASA membuat banyak orang heboh dan membahas akan terjadi nya kegelapan total di bumi. Tak hanya itu saja, berbagai media informasi baik blog, website maupun jejaring sosial mendadak serentak merilis pemberitaan ini seolah menjadi sebuah gossip yang layak dikonsumsi. Benarkah pemberitaan itu ataukah hanya sebuah kebohongan belaka (Hoax)?

Kebohongan publik atau hoax dibidang astronomi sebenarnya sudah marak terjadi mulai dari planet nibiru, kiamat 2012, badai matahari yang membunuh manusia hingga yang terakhir ini bumi akan gelap dan adanya istilah baru yaitu kesejajaran alam semesta.

Mengacu pada artikel yang marak dipublikasikan disebutkan bahwa “Nasa Predicts total blackout on 23-25 december 2012 during alignment of universe” jika kita terjemahkan “Nasa memprediksikan kegelapan total pada 23-25 desember 2012 selama kesejajaran alam semesta”. NASA sebagai Lembaga Luar Angkasa dan Aeronautika amerika dituduh sebagai biang dari sumber pemberitaan ini. Tidak hanya itu saja disebutkan pula bahwa bumi dan matahari akan sejajar dalam satu garis lurus. Bagi masyarakat awam, mendengar pemberitaan seperti ini membuat bulu kuduk langsung merinding, berfikir yang aneh-aneh dan ujung2x nya berfikir bahwa bumi kita akan kiamat. Betulkah pemberitaan itu? Mari kita bahas bersama

Sejajar nya planet di Tata Surya
Dalam pemberitaan itu dikatakan bahwa gelap nya bumi selama tiga hari tak lain sebagai akibat dari sejajar nya matahari, merkurius, venus dan bumi. Betulkah? Mari kita buka peta bintang kita yaitu SkyViewCafe (klik disini) dan kita cek orbit apakah benar pada tanggal 23-25 planet merkurius dan venus sejajar dengan bumi kita.

Dari hasil simulasi yang kita dapat, orbit planet merkurius dan venus memang sejajar tapi bumi dan mars tidak sejajar. Jadi dari sini saja kita sudah dapat menyangkal bahwa pemberitaan ini adalah omong kosong belaka atau HOAX.
Bumi akan gelap akibat tertutup merkurius dan venus
Sebuah dogma yang selama ini beredar di pikiran masyarakat awam adalah planet-planet di tatasurya memiliki jarak yang sangat dekat dan dalam media gambar maupun animasi tidak diberikan sebuah keterangan seberapa jauh jarak antara bumi dan venus. Sehingga dalam sebuah gambar maupun animasi saja seolah venus dan bumi sangat dekat dan potensi sekali jika venus melintas didepan bumi akan terjadi gelap yang gelap nya melebihi gerhana matahari.

Seharus nya semua media baik mulai dari poster hingga gambar dan animasi harus lah mencantumkan skala berapa jarak antar planet. Sekarang lihatlah gambar berikut dimana gambar ini diameter bumi bulan dan jarak bumi – bulan di buat semirip mungkin dengan asli nya(diskalakan)

Apa yang ada dipikiran anda?
Ternyata jarak bumi – bulan jauh ya… Memang. Jarak bumi bulan ditempuh oleh neil armstrong selama 4 hari perjalanan antariksa dan oleh cahaya (garis kuning) ditempuh hanya 1.26 detik.
Lantas seperti apakah jika planet venus menutup bumi kita? Apakah gelap?

Hal ini sebenarnya telah terjadi pada tanggal 6 juni 2012 yang lalu dimana selama kurang lebih 6 jam planet venus melintas di depan bumi kita dan hasil nya bumi tidak gelap bukan melainkan biasa-biasa saja.

Diameter planet venus sekitar 0,949 kali bumi kita atau dengan kata lain diameter bumi dengan diameter venus hampir sama. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa venus tampak kecil? Venus tampak kecil taklain adalah sebagai akibat dari jarak yang cukup jauh dari bumi kita yaitu sekitar 0,28 AU atau sekitar 41.887.403,88 Kilo meter atau jika jarak antara venus dan bumi diisi planet bumi maka butuh 3283 bumi untuk memenuhi dari bumi ke venus. Nah jauh kan. Makanya kecil.

Bagaimana Jika semua planet sejajar apa akibat nya?
Berdasarkan Simulasi SkyviewCafe hingga 1000 tahun kedepan tatasurya kita tak akan pernah sejajar. Hal ini dapat kita cek menggunakan fasilitas orbit pada simulasi skyviewcafe. Dari simulasi ini juga kita akan tahu bahwa bidang orbit dari setiap planet tidaklah datar seperti datar nya papan catur. Lihat orbit planet dalam berikut

Warna hijau merupakan bidang orbit dari bumi kita, abu-abu tebal adalah venus, abu-abu tipis merkurius dan merah adalah mars.
Jikapun iya semua planet yang ada di tatasurya sejajar seperti yang dikatakan “Kesejajaran Alam semesta” maka tidak ada efek nya sama sekali terhadap bumi kita maupun planet-planet lainnya alias biasa-biasa saja. matahari akan terbit dari timur dan tenggelam di barat.

Adakah istilah Kesejajaran Alam semesta dan seperti apa alam semesta itu menurut astronomi?
Sebelum menjawab pertanyaan diatas kita haruslah mengetahui seperti apakah alam semesta itu? Berdasarkan teori bigbang alam semesta ini mengembang sehingga tidak ada yang namanya istilah Kesejajaran alam semesta. Alam semesta atau universe yang sudah dapat dilihat oleh manusia adalah sebagai berikut.
Kita hidup di planet bumi, Planet bumi memiliki bintang yaitu matahari yang membentuk sebuah sistem yang bernama tatasurya. Bintang kita yaitu matahari ternyata tidaklah sendiri melainkan memiliki tetangga sebutlah ia alpha centauri, omega centauri, capella dan castor. Oleh Astronom bintang-bintang tetangga tatasurya ini disebut sebagai Bintang tetangga tatasurya atau “Solar System Neighbour”.

Jauh terbang keatas kita akan menemui bahwa kumpulan bintang tetangga tatasurya ini ternyata berkumpul dan saling bergerak mengelilingi pusat galaksi dan kita akan lihat semua bintang-bintang ini berkumpul menjadi satu dalam sebuah galaksi.
Terbang keatas lagi ternyata galaksi kita tidaklah sendiri melainkan ia memiliki tetangga-tentangga galaksi terdekat yaitu Galaksi kerdil Sagitarius, Galaksi Awan magellan besar(LMC), galaksi awan magellan kecil(SMC) dan galaksi andromeda. Oleh para astronom kumpulan galaksi tetangga galaksi bimasakti dinamakan Grup Galaksi Lokal atau local Galactic Group.

Terbang keatas lagi setelah kita melihat grup galaksi lokal, kita akan temui kembali bahwa grup galaksi lokal ternyata memiliki tetangga juga yang cukup banyak. Jika di analogikan, galaksi bimasakti adalah rumah kita dan ia berada pada sebuah pedesaan(Local galactic group). Teryata setelah kita terbang keatas ada sebuah pedesaan yang cukup ramai juga. Nah oleh para astronom, tetangga local galactig group ini dinamakan Superklaster virgo atau Virgo Supercluster.

Jauh terbang keatas lagi dan semakin keatas, kita akan menemukan pedesaan-pedesaan yang berisi galaksi itu ternyata memiliki tetangga lain lagi yang jauh di ujung sana dan itu tidak hanya satu atau dua melainkan banyak. Nah oleh astronom tetangga dari Virgo SuperCluster ini diberinama Local SuperCluster.

Eits… belum selesai. Kita terbang lagi keatas dan kita akan temukan ternyata Local supercluster ternyata masih memiliki tetangga lain dan masih banyak sekali local supercluster. Oleh para astronom kumpulan local supercluster ini dinamakan Alam semesta atau universe. Nah kini kita tau bahwa alam semesta sangat lah luas dan tidak sejajar seperti yang dikatakan oleh kebohongan publik itu.

Jumat, 14 Februari 2014

Adab Bergaul dengan Lawan Jenis

Adab Bergaul dengan Lawan Jenis

Dilahirkan sebagai seorang wanita adalah anugerah yang sangat indah dari Allah Ta’ala. Sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh seorang pria.Terlebih anugerah itu bertambah menjadi muslimah yang mukminah yaitu wanita muslimah yang beriman kepada Allah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda,
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah,karena banyak sekali godaan-godan dalam mencapainya. Dikarenakan  balasan yang Allah janjikan pun tidak terbandingkan dan semua wanita pun menginginkannya. Godaan-godaan untuk menjadi wanita shalihah sering kali datang dan menggebu-gebu saat kita menginjak usia remaja,di mana masa puberitas seorang wanita ada di masa ini. Bukan hal yang mudah pula bagi remaja muslim dalam melewati masa ini, namun sungguh sangat indah bagi para remaja yang bisa dikatakan lulus dalam melewati masa pubertas yang penuh godaan ini.
Salah satu godaan yang amat besar pada usia remaja adalah “rasa ketertarikan terhadap lawan jenis”. Memang, rasa tertarik terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia, baik wanita atau lelaki. Namun kalau kita tidak bisa memenej perasaan tersebut,maka akan menjadi mala petaka yang amat besar,baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang yang kita sukai. Sudah Allah tunjukkan dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)
Sebagai wanita muslimah kita harus yakin bahwa kehormatan kita harus dijaga dan dirawat, terlebih ketika berkomunikasi atau bergaul dengan lawan jenis agar tidak ada mudhorot (bahaya) atau bahkan fitnah. Di bawah ini akan kami ungkapkan adab-adab bergaul  dengan lawan jenis. Di antaranya:
Pertama: Dilarang untuk berkholwat (berdua-duan)
TTM, teman tapi mesra, kemana-mana bareng, ke kantin bareng, berangkat sekolah bareng, pulang sekolah bareng. Hal ini merupakan gambaran remaja umumnya saat ini,di mana batas-batas pergaulan di sekolah umum sudah sangat tidak wajar dan melanggar prinsip Islam. Namun tidak mengapa kita sekolah di sekolah umum jika tetap bisa menjaga adb-adab bergaul dengan lawan jenis. Jika ada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan maka yang ketiga sebagai pendampingnya adalah setan.
Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin." (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)
Daripada setan yang menemani kita lebih baik malaikat bukan? Ngaji,membaca Al Quran dan memahami artinya serta menuntut ilmu agama InsyaAllah malaikatlah yang akan mendampingi kita.Tentu sebagai wanita yang cerdas, kita akan lebih memilih untuk didampingi oleh malaikat.
Kedua: Menundukkan pandangan
Pandangan laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya adalah termasuk panah-panah setan. Kalau cuma sekilas saja atau spontanitas atau tidak sengaja maka tidak menjadi masalah pandangan mata tersebut, pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan namun selanjutnya adalah haram.Ketika melihat lawan jenis,maka cepatlah kita tundukkan pandangan itu, sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan hati kita. Segera  mohon pertolongan kepada Allah agar kita tidak mengulangi pandangan itu.
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
"Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku." (HR. Muslim)
Ketiga: Jaga aurat terhadap lawan jenis
Jagalah aurat kita dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Maksudnya mahram di sini adalah laki-laki yang haram untuk menikahi kita. Yang tidak termasuk mahram seperti teman sekolah, teman bermain, teman pena bahkan teman dekat pun kalau dia bukan mahram kita, maka kita wajib menutup aurat kita dengan sempurna. Maksud sempurna di sini yaitu kita menggunakan jilbab yang menjulur ke seluruh  tubuh kita dan menutupi dada. Kain yang dimaksud pun adalah kain yang disyariatkan, misal kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh sempit, dan tidak membentuk lekuk tubuh kita. Adapun yang bukan termasuk aurat dari seorang wanita adalah kedua telapak tangan dan muka atau wajah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
"Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki." (HR. Tirmidzi, shahih)
Keempat: Tidak boleh ikhtilat (campur baur antara wanita dan pria)
Ikhtilat itu adalah campur baurnya seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika tidak ada hijab atau kain pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut bisa melihat lawan jenis dengan sangat mudah dan sesuka hatinya. Tentu kita sebagai wanita muslimah tidak mau dijadikan obyek pandangan oleh banyak laki-laki bukan? Oleh karena itu kita harus menundukkan pandangan,demikian pun yang laki-laki mempunyai kewajiban yang sama untuk menundukkan pandangannya terhadap wanita yang bukan mahramnya, karena ini adalah perintah Allah dalam Al Qur’an dan akan menjadi berdosa bila kita tidak mentaatinya.
Kelima: Menjaga kemaluan
Menjaga kemaluan juga bukan hal yang mudah,karena dewasa ini banyak sekali remaja yamng terjebak ke dalam pergaulan dan seks bebas. Sebagai muslim kita wajib tahu bagaimana caranya menjaga kemaluan. Caranya antara lain dengan tidak melihat gambar-gambar yang senonoh atau membangkitkan nafsu syahwat, tidak terlalu sering membaca atau menonton kisah-kisah percintaan, tidak terlalu sering berbicara atau berkomunikasi dengan lawan jenis, baik bicara langsung (tatap muka) ataupun melalui telepon, SMS, chatting, YM dan media komunikasi lainnya.
Sudah selayaknya sebagai seorang muslim-muslimah baik remaja atau dewasa, kita mempunyai niat yang sungguh-sungguh untuk mematuhi adab-adab bergaul dengan lawan jenis tersebut. Semoga Allah memudahkan usaha kita. Amin.

Fakta Fakta Ilmiah Al Quran Terbukti !

Fakta Fakta Ilmiah Al Quran Terbukti !

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenararannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).
Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad saw?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.
Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.
Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.

1. Fakta tentang besi

1 1Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81)

2.  Fakta penciptaan berpasang-pasangan

1.1Surat Yaasin ayat 36 menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasang. Dalam ayat lain, Allah uga berfirman, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS Adz-Zaariyat: 49).
Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak hanya manusia, melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari bumi dan berbagai partikel yang tidak terlihat mata.
Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan. Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya itu.

3. Fakta tentang garis edar tata surya

1 1Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Alquran surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenaranya.
Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya seperti:
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)
“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yaa Siin: 39)
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)
Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini.  Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.
Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.

4. Fakta tentang penciptaan manusia dalam 3 tahap

1 1Dalam Alquran surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”
Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Tahap-tahap itu, pertama, tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.
Kedua, tahap Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.
Ketiga tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.

5. Fakta tentang jenis kelamin bayi

1 0Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.
Alquran telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat 45-46, “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.”
Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita.

6. Fakta tentang sidik jari manusia

1 0Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.
Alquran surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.
QS Al Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”
“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”
7. Fakta tentang menyusui bayi selama 2 tahun
Air susu ibu atau ASI sangat bermanfaat bagi bayi. ASI adalah sumber makanan terbaik bagi bayi dan mengandung zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi kualitas ASI.
Alquran surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Surat ini menjelaskan bahwa waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang bayi adalah 2 tahun karena memberikan banyak manfaat.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.  Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

8. Fakta tentang relativitas waktu

1 0Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)
Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.

9. Fakta tentang gunung

1 0Gunung tidak hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung  muncul karena tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan  lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung.
Alquran menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya:31)
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,” (QS An Naba’: 6-7)

10. Fakta tentang dasar lautan yang gelap

1 0Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman  1000 meter  tidak terdapat cahaya sama sekali.
Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Alquran surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).
sumber : bbrp/detik/HK/LJk

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT AL QUR'AN

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT AL QUR'AN

ENAM HARI PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
SEBUAH TINJAUAN SAINS

PENDAHULUAN

Pada umumnya seorang Muslim – terutama yang awam – selalu berkeyakinan bahwa alam semesta diciptakan dalam ENAM HARI dengan pengertian ” HARI ” seperti yang dipahami sehari-hari yaitu : AHAD , SENIN, SELASA, RABU, KAMIS, JUM’AT dan SABTU . Berdasarkan pemahaman demikian , dikatakan bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam hari-hari dengan pengertian seperti itu . Hadist Shahih pun menyatakan hal tersebut . Misalnya Hadist Shahih Muslim ( terjemahan bahasa Indonesia jilid 4 halaman 327-328 ) meriwayatkan mengenai hari-hari penciptaan alam semesta  sebagai berikut :
Dari Abu Hurairah ra , katanya , Rasulullah saw memegang tangannya lalu beliau  bersabda  :       “ Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan tanah pada hari Sabtu , menancapkan gunung pada hari Ahad , menumbuhkan pohon-pohon pada hari Senin , menjadikan bahan-bahan mineral pada hari Selasa , menjadikan cahaya pada hari Rabu , menebarkan bintang pada hari Kamis dan menjadikan Adam pada hari Jum’at setelah selesai tercipta seluruh makhluq daripada saat terakhir di hari Jum’at antara Ashar dan malam
Matan Hadist yang dikutip  jelas tidak masuk akal. Hal ini bisa dijelaskan demikian . Menurut Hadist ini ,urutan penciptaan dimaksud adalah demikian :
Hari  SABTU      
:  Dijadikan Tanah
Hari  AHAD       
:  Menancapkan gunung-gunung
Hari  SENIN      
:  Menumbuhkan pohon-pohon
Hari  SELASA   
:  Menjadikan bahan-bahan mineral
Hari  RABU
:  Menjadikan cahaya
Hari  KAMIS
:  Menebarkan bintang
Hari  JUM’AT
:  Menjadikan Adam as. Antara waktu Ashar dan malam

Mari kita melakukan kritik nalar atas informasi hadist di atas sebagai berikut :
1.      Sebutan  “ HARI “ menunjukkan adanya perputaran bumi pada porosnya ( rotasi bumi ) ketika bumi mengelilingi matahari ( revolusi ) yang ditandai dengan pergeseran SIANG dan MALAM , yang akan nyata bila ada cahaya matahari . Dengan demikian untuk menyatakan “ HARI SABTU, HARI AHAD , .... dstnya “ mengharuskan adanya matahari selaku sumber cahaya. Tetapi bagaimana bisa dikatakan “ HARI SABTU dijadikan tanah .....dan seterusnya “ padahal belum ada matahari , sedangkan cahaya baru dijadikan pada “ HARI RABU “ ?
2.    Pohon-pohon ditumbuhkan pada HARI SENIN . Kita tahu bahwa pertumbuhan dan perkembangan tetumbuhan membutuhkan cahaya matahari . Tetapi bagaimana hal itu bisa terjadi padahal  cahaya baru dijadikan pada “ HARI RABU “ ?
3.        Tanah dijadikan pada HARI SABTU lebih dahulu dari bahan-bahan mineral yang dijadikan pada HARI SELASA padahal mineral adalah unsur yang terkandung dalam tanah ( bumi ).
4.   Bintang ditebarkan pada HARI KAMIS setelah penciptaan tanah ( bumi ) pada HARI SABTU , penciptaan pohon-pohon pada HARI SENIN, penciptaan bahan-bahan mineral pada HARI SELASA . Artinya , bumi , pepohonan dan bahan-bahan mineral diciptakan lebih awal dari cahaya. Kemudian cahaya lebih dahulu ada  (diciptakan pada HARI RABU ) daripada bintang , yang justru menjadi sumber cahaya . Bintang atau matahari adalah sumber cahaya dengan bumi sebagai anggota ( planet ) dalam sistem tata surya. Bagaimana mungkin , bumi ( tanah ) diciptakan lebih dahulu dari sumbernya       ( matahari atau bintang ) ? Bagaimana mungkin cahaya lebih dahulu ada dari sumber cahaya ?

Kritik nalar yang dikemukakan  berangkat dari fakta sains yang sudah pasti , bukan pada tataran teori yang masih harus dibuktikan kebenarannya . Bila melihat isi hadist yang dibicarakan , kita mendapatkan kejanggalan dan sesuatu yang tidak masuk akal. Apalagi tidak disebutkan pada hari apa diciptakannya hewan-hewan . Tidak diragukan lagi - dari segi ISI ( MATAN )  bukan dari segi SANAD - hadist tersebut adalah HADIST PALSU  dan tidak mungkin dikatakan oleh Nabi saw . Ketidak- benarannya , diakui pula oleh Ulama hadist . Prof. M.Hasbi Ash Shiddiqy  dengan bersumber dari Ulama-Ulama Hadist dengan menyatakan bahwa di antara hadist yang dipandang DHA’IF oleh para Ahli Hadist adalah hadist yang menyebutkan : “ Allah menciptakan tanah itu pada hari Sabtu “ ( lihat “ POKOK-POKOK DIRAYAH HADIST , halaman 66 ). Dan menariknya, hadist yang bersumber dari Abu Hurairah di atas agak mirip dengan hari-hari penciptaan menurut Bibel .
Cerita penciptaan alam semesta dalam Bibel  dengan rinciannya dapat kita temukan dalam Kitab Kejadian  Genesis ; Beresyit )  1 : 3 -31 dan Kejadian 2. Juga Bibel menyebut penciptaan alam semesta berlangsung dalam waktu ” 6 hari ” . Ayat  Keluaran   31 : 17  mengungkapkan :
         Maka sabat itulah menjadi suatu tanda di antara Aku dengan segala Bani Israel sampai selama-lamanya ; maka ia itu sebab Tuhan pun telah menjadikan langit dan bumi dalam enam hari lamanya dan Tuhan telah berhenti pada hari ketujuh serta disenangkannya dirinya .
Masa penciptaan yang disebutkan dalam Bibel adalah : “ 6 hari “ tetapi dalam pengertian memang benar-benar “ hari “ sebagaimana yang kita kenal dan kita pahami sehari-hari berdasarkan perputaran bumi pada porosnya ketika mengeliling matahari . Tidak ada pengertian “ hari “ sebagai “ periode waktu “. Rincian PENCIPTAAN selama “ 6 hari “  menurut Bibel  dapat dibaca dalam  kitab Kejadian  1 : 2 – 31adalah berikut :
1.     KEADAAN AWAL BUMI SEBELUM PENCIPTAAN adalah kelam kabut . Kondisi kelam kabut yang disebut rupanya karena permukaan bumi sebelum penciptaan diselimuti  air . Ayat Kejadian 1 : 2mengungkapkan :
Maka bumi itu lagi campur baur adanya , yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut ; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu  .
2.   HARI PERTAMA PENCIPTAAN adalah diciptakannya TERANG , lalu TERANG itu dipisahkan dengan GELAP. Dan TERANG itu adalah SIANG dan GELAP itu adalah MALAM. Ayat Kejadian     1 : 3-5mengungkapkan  : 
Maka firman Allah :“ Hendaklah ada TERANG “. Lalu TERANG pun jadilah . Maka dilihat Allah akan TERANG itu baiklah adanya lalu diceraikan Allah TERANG itu dengan GELAP.
Maka dinamai Allah akan TERANG itu SIANG dan akan GELAP itu MALAM Setelah petang dan pagi, maka itulah HARI YANG PERTAMA .                    
3.      HARI KEDUA PENCIPTAAN adalah penciptaan LANGIT sebagai suatu bentangan di
tengah-tengah AIR sehingga terpisah menjadi : AIR DI ATAS BENTANGAN  dan AIR DI BAWAH BENTANGAN . Ayat Kejadian 1 : 6-8 mengungkapkan :
Maka firman Allah : “ Hendaklah ada SUATU BENTANGAN pada sama tengah AIR itu supaya diceraikannya AIR dengan AIR  .
Maka  dijadikan Allah akan BENTANGAN itu serta diceraikannyalah AIR YANG DIBAWAH BENTANGAN  itu dengan AIR YANG DI ATAS BENTANGAN ; maka jadilah demikian .
Lalu dinamai Allah akan BENTANGAN  itu LANGIT . Setelah petang dan pagi , maka itulahHARI YANG KEDUA .
4.      HARI KETIGA PENCIPTAAN adalah penciptaan DARATAN dan LAUT ( yang berarti penciptaan BUMI) pada AIR YANG DI BAWAH BENTANGAN ( atau pada AIR YANG DIBAWAH LANGIT). Air yang mengumpul dinamai LAUT sedangkan bagian kekeringan yang ditinggalkan oleh air ketika mengumpul dinamai DARATAN.Kemudian diikuti dengan penciptaan RUMPUTDAN PEPOHONAN   Ayat Kejadian 1 : 9 – 13 mengungkapkan :
Maka firman Allah : “ Hendaklah segala AIR YANG DI BAWAH LANGIT itu berhimpun kepada satu tempat , supaya kelihatan yang KEKERINGAN  itu ; maka jadilah demikian .
Lalu dinamai Allah akan yang KEKERINGAN itu DARAT dan akan PERHIMPUNAN SEGALA AIR itu dinamainya LAUT ; maka dilihat Allah itu baiklah adanya .
Maka firman Allah : “ Hendaklah bumi itu menumbuhkan rumput dan pokok yang berbiji dan pohon yang berbuah-buah dengan tabiatnya , yang berbiji dalamnya di atas bumi itu ; maka jadilah demikian .
Yaitu ditumbuhkan bumi akan rumput dan pokok yang berbiji dengan tabiatnya dan pohon-pohon yang berbuah-buah  yang berbiji dalamnya dengan tabiatnya ; maka dilihat Allah itu baiklah adanya .
Setelah petang dan pagi , maka itulah HARI KETIGA   .                  
5.      HARI KEEMPAT PENCIPTAAN  adalah penciptaan MATAHARI dan BULAN. Ayat Kejadian 1 : 14 – 19 mengungkapkan :
Maka firman Allah : “ Hendaklah ada beberapa BENDA TERANG dalam BENTANGAN LANGIT , supaya diceraikannya SIANG dengan MALAM  dan menjadi tanda dan ketentuan masa dan hari dan tahun .
Dan supaya ia itu menjadi BENDA TERANG pada BENTANGAN LANGIT akan menerang-kanBUMI ; maka jadilah demikian .
Maka dijadikan Allah akan kedua benda terang yang besar itu , yaitu TERANG YANG BESARitu akan MEMERINTAHKAN SIANG dan TERANG YANG KECIL itu akan MEMERIN-TAHKAN MALAM DAN SEGALA BINTANG pun.
Maka ditaruh Allah akan dia dalam BENTANGAN LANGIT akan memberi TERANG di atas bumi.
Dan akan MEMERINTAHKAN SIANG dan MALAM  dan akan MENCERAIKAN TERANG itu dengan GELAP ; maka dilihat Allah itu baiklah adanya . 
6.      HARI KELIMA PENCIPTAAN  adalah penciptaan makhluk bernyawa dan sulur menulur dalam air , unggas dan ikan . Ayat Kejadian 1 : 20 – 23 mengungkapkan sebagai berikut  :
Maka firman Allah : “ Hendaklah dalam segala air itu menggeriak beberapa kejadian yang bernyawa dan sulur menyulur dan hendaklah ada unggas terbang di atas bumi dalam bentangan langit .
Maka dijadikan Allah akan ikan raya yang besar-besar dan segala binatang sulur menyulur , yang menggeriak dalam air itu tiap-tiap dengan tabiatnya dan segala unggas yang bersayap
dengan tabiatnya; maka dilihat Allah itu, baiklah adanya .
Maka diberkati Allah akan dia , firmannya : “ Jadilah biak dan bertambah-tambahlah kamu dan ramaikan air yang  di dalam laut itu dan hendaklah segala unggas itupun bertambah-tambah di atas bumi .
Setelah petang dan pagi , maka itulah hari yang ke lima .
7.      HARI KEENAM PENCIPTAAN adalah penciptaan makhluk hidup dari binatang yang
besar ( binatang jinak , binatang melata dan binatang liar ) dan kemudian manusia . Ayat Kejadian 1 : 24 -31 mengungkapkan :
Maka firman Allah : “ Hendaklah bumi itu  mengeluarkan kejadian yang hidup dengan tabiatnyayaitu dari pada binatang yang jinak dan yang menjalar dan yang liar , tiap-tiap dengan tabiatnya ; maka jadilah demikian.
Maka dijadikan Allah akan segala binatang yang liar  di atas bumi itu dengan tabiatnya dan segala binatang yang jinak pun dengan tabiatnya dan segala binatang yang menjalar di atas bumi pun dengan tabiatnya ; maka dilihat Allah itu baiklah adanya .
Maka firman Allah : “ Baiklah kita menjadikan manusia atas peta dan atas teladan kita supaya diperintahkannya segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara sdan segala binatang yang jinak dan seisi bumi dan segala binatang pelata yang menjalar di tanah .
Maka dijadikan Allah akan manusia itu atas petanya yaitu atas peta Allah dijadikannya ia , maka dijadikannya mereka itu laki-laki dan perempuan .
Maka diberkati Allah akan keduanya serta firmannya kepadanya : “ Ber-biaklah dan bertambah-tambahlah kamu dan penuhilah olehmu akan bumi itu dan taklukkanlah dia dan perintahkanlah segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi.
Lagi firman Allah : “ Bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan kamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji-biji di atas seluruh muka bumi dan segala pohon yang berbuah dengan berbiji itu akan makananmu .
Tetapi akan segala  binatang liar yang di bumi dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi, yang ada nyawa hidup  dalamnya , maka Aku mengaruniakan segala tumbuh-tumbuhan yang hijau akan makanannya . maka jadilah demikian .
Maka dilihat Allah akan tiap-tiap sesuatu yang dijadikannya itu , sesungguhnya amatlah baiknya adanya . Setelah petang dan pagi , maka itulah hari yang ke enam .
8.   HARI KETUJUH ( PASCA PENCIPTAAN ) , Allah berhenti dari melakukan penciptaan . Ayat Kejadian 2 : 2-3  mengungkapkan :
Maka pada hari yang ke tujuh setelah sudah disampaikan Allah pekerjaannya yang telah diperbuatnya itu maka berhentilah Ia pada hari yang ke tujuh itu dari pada pekerjaannya
Maka diberkati Allah akan hari yang ketujuh itu serta dijadikannya karena di dalamnya telah Ia berhenti dari pada pekerjaannya yang telah diperbuatnya akan menyempurna-kan dia .

Demikian Bibel bercerita tentang penciptaan alam semesta . Antara kedua riwayat penciptaan  – Hadist Abu Hurairah dan Bibel - sama-sama menunjukkan kejanggalan dan menjadi sesuatu yang tidak masuk akal , walaupun keduanya menunjukkan urutan penciptaan yang berbeda. Untuk lebih memahaminya , berikut disajikan urutan penciptaan menurut Hadist Abu Hurairah ra dan urutan penciptaan menurut Bibel disajikan dalam tabel berikut :

HARI
MENURUT HADIST
ABU HURAIRAH

MENURUT BIBEL

SABTU/ PERTAMA


Dijadikan Tanah

Siang dan malam ( Terang dan gelap)

AHAD /KEDUA

Menancapkan gunung-gunung

Langit


SENIN/KETIGA

Menumbuhkan pohon-pohon

 Daratan dan Lautan


SELASA/KEEMPAT

Menjadikan bahan-bahan mineral

Benda Langit ( bintang dan bulan )

    
RABU/KELIMA

Menjadikan cahaya

Binatang ular, binatang air dan burung


KAMIS/KEENAM

Menebarkan bintang

Binatang dan manusia


JUM’AT/KETUJUH

Menjadikan Adam as. Antara
waktu Ashar dan malam

Berhenti ( Istirahat )

Bibel tidak  menyebut  nama HARI melainkan menyebut URUTAN ORDINAL saja , HARI PERTAMA, HARI KEDUA dan seterusnya . Penyebutan nama HARI ada pada hadist Abu Hurairah . Hari KETUJUH menurut Bibel adalah HARI SABTU . Tetapi secara makna kata, nama ” HARI ” yang disebut dalam Hadist Abu Hurairah menunjukkan ” ORDINAL ” tetapi sayangnya tidak urut yaitu : SABTU ( ” Sab’a ” ) = Tujuh , AHAD = Satu , SENIN ( ” Itsnain ” ) = Dua , SELASA ( ”  Tsalatsa ”) = Tiga , RABU ( ” Arba’a ”) = Empat ’ , KAMIS (” Khamsa ” ) = Lima. Sedangkan JUM’AT bukan menunjukkan angka ordinal dan tidak untuk angka ” enam ” tidak tersebut sebagai nama ” HARI ”.
Betapapun perbedaan urutan , keduanya tetap menunjukkan kejanggalan . Tetapi urutan yang disajikan Bibel  ” MASIH LEBIH LOGIS ” dari urutan yang disajikan hadist Abu Hurairah , sehingga jika ummat Islam berpegang pada hadist Abu Hurairah – sebuah hadist yang dipandang dan ditetapkan sebagai hadist shahih – maka orang non Muslim, khususnya penganut Kristen akan berpendapat ajaran Kristen lebih benar dari ajaran agama Islam .
Demikian ketidak-benaran hadist yang berbicara tentang HARI-HARI PENCIPTAAN ALAM SEMESTA padahal hadist Abu Hurairah adalah HADIST YANG DINYATAKAN SHAHIH dan tercantum dalam HADIST SHAHIH BUKHARI. Ummat Islam telah terjebak dengan pemahaman yang keliru tentang penciptaan alam semesta .

AYAT-AYAT AL QUR’AN TENTANG HARI-HARI ATAU MASA PENCIPTAAN ALAM SEMESTA .

Ayat-ayat Al Qur’an yang menyebut masa penciptaan “ 6 hari “ secara langsung dimaksud , dikutipkan dengan terjemahan berdasarkan “ Al Qur’an Dan Terjemah-nya “ Dep. Agama RI sebagai berikut :

1.      Ayat Al Furqaan 59  ( Qs. 25 : 59 ) .

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa , kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy , ( Dia-lah ) yang Maha Pemurah , maka tanyakanlah ( tentang Allah ) kepada yang lebih mengetahui ( Muhammad ) tentang Dia .

2.      Ayat As Sajdah 4  ( Qs. 32 : 4 ) .
Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa , kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong dan tidak (pula) seorang pemberi safa’at. Maka pakah kamu tidak memperhatikan ?

3.      Ayat  Qaaf  38  ( Qs. 50 : 38  ) .
Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanyadalam enam masa , dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan 

4.        Ayat Al A’raaf 54  ( Qs. 7 : 54 ) .
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa , lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutup-kan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat , dan  ( diciptakan-Nya pula ) matahari , bulan dan bintang-bintang ( masing-masing ) tunduk kepada perintah-Nya . Ingatlah , menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah . Maha suci Allah , Tuhan semesta Alam .

5.        Ayat Yunus  3  ( Qs. 10 : 3 ) .


Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang Menciptakan langit dan bumi dalam enam masa , kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan . Tiada seorangpun yang akan memberi safa’at kecuali sesudah ada izin-Nya . (  Dzat ) yang demikian itulah Allah , Tuhan kamu , maka sembahlah Dia . Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran ?.

6.        Ayat Huud 7a  ( Qs. 11 : 7a ) .
                              
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa , dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air , agar Dia menguji , siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya . dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."

7.      Al  Hadiid  4  ( Qs. 57 : 4  ) .

Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa ; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada . Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan .
Dalam ayat-ayat Al Qur’an yang dikutip, terungkap kata “ yaum “ ( ﻳﻭﻡ ) , jamaknya : “ ayyam “ (  ﺃ ﻳﺎ ﻡ  ) sebagai ” satuan waktu penciptaan ” . Kedua kata -  “ yaum “ ( ﻳﻭﻡ ) dan   “ ayyam “   (  ﺃ ﻳﺎ ﻡ  )  - biasanya diartikan dengan ” hari ” , kemudian oleh ummat Islam awam dimaknakan sebagai hari-hari yang dijalani dalam kehidupan manusia yang berukuran 24 jam . Lalu secara tegas dikatakan bahwa masa penciptaan alam semesta adalah “ 6 hari “  dengan pengertian         “ hari “  berukuran 24 jam.
Bila dihubungkan dengan hadist Abu Hurairah tentang hari-hari penciptaan alam semesta di muka , rupanya  ” 6 hari ” dalam ayat-ayat Al Qur’an  ditafsirkan dengan  : SABTU , AHAD , SENIN, SELASA, RABU,  dan KAMIS . Sedangkan hari JUM’AT bukan hari penciptaan alam semesta melainkan hari penciptaan manusia ( Adam ) .
Tetapi Al Qur’an dan Terjemahnya , Dep.Agama RI menerjemahkan kata  “ yaum “ dalam ayat-ayat tersebut  dengan ” masa ” yang menunjukkan  periode waktu tertentu yang bisa sangat lama atau yang sangat singkat. Sebuah terjemahan yang sangat tepat , karena membawa pada pemahaman yang lebih logis dan sesuai dengan fakta sains dibandingkan bila diterjemahkan dengan ” hari ” yang bisa berimplikasi pada pemahaan yang tidak benar.  Berarti kata “ Yaum“  ( ﻳﻮﻢ  ), jamaknya “Ayyam “ (ﺃﻳﺎﻢ  ) tidak bisa lagi dimaknakan dengan ”hari ” dalam pengertian hari-hari dalam ukuran 24 jam : Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. 

PENGERTIAN “ HARI “ DALAM  PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT  AL QUR’AN .

Kata  “ HARI “ adalah terjemahan dari kata  “ Yaum “ ( ﻳﻮﻢ  ), jamaknya “Ayyam “  (ﺃﻳﺎﻢ    ).  Tetapi beberapa Ahli tafsir menterjemahkannya dengan ” masa ” . Dengan menterjemahkan kata  “ Yaum “ (ﻳﻮﻢ  ) , jamaknya “Ayyam “  (ﺃﻳﺎﻢ    )  dengan  kata ” masa ”  memberikan  beberapa
makna dalam Al Qur’an yang menunjukkan   :  

a.       Ukuran waktu 24 jam ( hari biasa ) .  
      Ayat  Al Baqarah 184   :

( yaitu ) dalam beberapa hari tertentu . Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu ia berbuka ) maka ( wajiblah baginya berpuasa ) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain . Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Kata  “  ﺃ ﻳﺎ ﻣﺎ  “ ( ayyaa-man ) atau   “  ﺃ ﻴﺎﻢ  “ ( ayyaa-min )  dalam ayat di atas menunjukkan ukuran waktu hari-hari berpuasa  yaitu  siang hari dalam ukuran pergantian siang dan malam
selama 24 jam .

b.      Masa yang tidak terhingga singkatnya  ( Dinyatakan  dengan “ Setiap saat “ ).
      Ayat Ar Rahmaan 29   :

        Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya . Setiap waktu Dia dalam kesibukan 
Kata  “  ﻛﻝ ﻳﻮﻡ   “  tidak diterjemahkan dengan “ setiap hari “  yang bisa saja memberi pemahaman adanya  tenggang waktu dalam satuan yang lebih kecil untuk tidak sibuk melainkan  dimaknakan dengan “ setiap waktu  “ yang bisa berarti  bahwa sampai dengan tenggang waktu yang kecil tak terhingga  , Allah SWT  tetap melakukan kesibukan sehingga tidak ada celah waktu untuk tidak sibuk . Pengertian demikian telah  menolak dogma Kristen yang menyatakan bahwa Allah membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah sibuk melakukan penciptaan alam semesta . Hari istirahatnya Tuhan ini disebut HARI SABAT.
          
c.       Masa yang abadi dan tak terhingga lamanya .
      Al Fatihah 4   :   
                                           - Yang Menguasai Hari Pembalasan
Kata “ yaum “ (ﻴﻮﻡ   ) yang berhubungan “ Hari pembalasan  “ nanti di akhirat menunjukkan  waktu yang abadi dan tak terhingga lamanya . Pengertian yang sama , dapat dijumpai pada ayat  :
Al Furqaan  17 , An Nuur  24, 25 , 64  dan sebagainya .

d.      Ukuran waktu  50.000 tahun .
      Al Ma’arij 4   :
Malaikat-malaikat dan Jibril naik ( menghadap ) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun .

Kata “ yaum “ ( ﻴﻮﻡ   ) menunjukkan  masa waktu yang sama dengan 50.000 tahun

e.       Ukuran waktu  1000  tahun .
      As Sajdah  5   : 

 Dia mengatur urusan dari langit ke bumi , kemudian ( urusan ) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya ( lamanya ) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu 
Kata “ yaum “ (ﻴﻮﻡ    ) menunjukkan  masa waktu yang sama dengan 1000 tahun .   Pengertian demikian juga diungkapkan  ayat Al Hajj 47 .  Sebagai catatan , perlu dikemukakan di sini , oleh karena ketidak-tahuan maka banyak orang – terutama penganut Kristen yang berusaha membangun keragu-raguan ummat Islam terhadap Al Qur’an -  mempertanyakan perbedaan ukuran 1 hari antara ayat Sajdah 5 ( - 1 hari = 1000 tahun ) dengan ayat Al Ma’arij 4 (  1 hari = 50.000 tahun - ) . Kedua ayat tersebut tidak bisa dipertentangkan karena konteksnya berbeda . Pada ayat Sajdah 5 , yang membutuhkan ” waktu tempuh ” 1000 tahun adalah  ” urusan , amar ” sedangkan pada ayat Al Ma’arij 4 , yang membutuhkan ” waku tempuh ”  50.000 tahun adalah para malaikat dan Jibril.

f.       Ukuran waktu relatif  masa hidup seseorang di dunia  .
      Ayat   Thaa-haa 103-104       :
     
           Mereka berbisik-bisik di antara mereka : “ Kamu tidak berdiam ( di dunia ) melainkan hanyalah sepuluh hari “. Kami lebih mengetahui apa yang mere-ka katakan ketika berkata  orang yang paling lurus jalannya di antara mere-ka : “ Kamu tidak berdiam ( di dunia ) melainkan hanyalah sehari saja  “

Bandingkan dan baca pula ayat Al Mu’minuun 112 -114 .                         

g.      Saat tertentu ketika terjadi suatu peristiwa .
      Ayat Ibrahim 5   :
           
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): " Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah ". Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

      Ayat Mursalat 12-15 :

( Niscaya dikatakan kepada mereka ) : "Sampai hari apakah ditangguhkan ( mengazab orang-orang kafir itu )  ? ". Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Pada ayat Ibrahim 5 dikatakan : ” Wa zakkir hum bi ayyaamillahi  ” satu  perintah Allah kepada Nabi Musa as. untuk memperingatkan kaum Yahudi dengan  ”  hari-hari Allah ” yang maksudnya : saat terjadinya peristiwa yang menimpa kaum sebelumnya . Sedangkan pada ayat Mursalaat 12-15 mengungkapkan saat terjadinya hari kiamat .

Memperhatikan makna yang bermacam-macam atas kata “ hari “- “ Yaum “ ( ﻳﻮﻢ ) atau “Ayyam “ ( ﺃﻳﺎﻢ  ) dalam Al Qur’an menunjukkan bahwa kata “ hari “- “ Yaum “ ( ﻳﻮﻢ  ) atau      “ Ayyam “   ( ﺃﻳﺎﻢ   ) adalah  “periode waktu  “ atau ” masa ” , tidak semata-mata berarti “ hari “ dalam pengertian sehari-hari  dalam ukuran 24 jam berdasarkan rotasi bumi pada sumbunya .  

AYAT FUSHSHILAT  9- 12  - TENTANG TAHAP PENCIPTAAN

Tahap penciptaan alam semesta dalam Al Qur’an disebutkan pada ayat Fushshilat  9 -12 . Berikut disajikan ayat Fushshilat 9 - 12 dengan terjemahan yang diberikan berdasarkan  “ Al Qur’an Dan Terjemahnya “ Dep. Agama RI.  sebagai berikut :
  
Katakanlah : “ Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang Menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya ? ( Yang bersifat ) demikian , itulah Tuhan Semesta Alam .

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya . Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan ( penghuni )-nya dalam empat masa.       ( Penjelasan ini sebagai jawaban ) bagi orang-orang yang bertanya .

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap , lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi : “ Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa “. Keduanya menjawab: “ kami datang dengan suka hati “.
Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya . Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bin-tang-bintang yang cemerlang dan Kami memelihara dengan sebaik-baiknya . Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui .
Membaca terjemahan ayat Fush-shilat 9-12 , bila dilakukan tanpa dukungan penjelasan sains dan penalaran, bisa memunculkan tiga permasalahan , yaitu :
a.        Jumlah ” hari penciptaan ” atau ” masa penciptaan ” semesta  , yang jika dipahami secara awam akan membawa kepada tuduhan adanya kontradiksi ayat-ayat Al Qur’an.
b.      Adanya pemahaman bahwa bumi lebih dahulu diciptakan dari langit. Pemahaman ini akan membawa pula kepada tuduhan adanya kontradiksi dengan ayat lain yang menegaskan langit lebih dahulu diciptakan dari bumi .
c.       Tentang objek yang diciptakan sebagaimana yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dalam ” AL QUR’AN DAN TERJEMAHNYA ” Dep.Agama RI. Terjemahan seperti ini justru memunculkan tuduhan bahwa Al Qur’an menyajikan ayat yang bertentangan dengan fakta sains dan juga menyajikan ayat yang tidak masuk akal .
Permasalahan yang disebutkan di atas tidak perlu muncul bila ayat Fush-shilat 9-12 dipahami berdasarkan penalaran dan penjelasan sains . Hal-hal  inilah yang menjadi kajian dalam tulisan ini . Sesuai dengan pemahaman yang dimiliki tanpa pengetahuan dasar Al Qur’an , banyak di antara kita memahami bahwa  berdasarkan  ayat Fushshilat  9- 12 , masa penciptaan alam semesta oleh Tuhan adalah 8 hari dengan rincian sebagai berikut :
Masa penciptaan bumi ( “ 2 hari “ ) + masa penciptaan gunung-gunung yang kokoh di bumi  
dan menentukan kadar makanan-makanan ( penghuni )-nya ( “ 4 hari “ ) +  masa penciptaan langit ( “ 2 hari “ =  8  hari .
Cara berhitung gampangan tanpa melihat susunan dan pengertian dasar yang terkandung dalam rangkaian ayat Fushshilat  9 -12 . Dengan pemahaman yang demikian , jadilah ayat Fush-shilat 9-12 bertentangan dengan ayat-ayat Al Qur’an yang menyebut masa penciptaan alam semesta adalah ” 6 hari ”.  Begitu pula dengan urutan penciptaan . Sehubungan dengan ayat Fush-shilat 9-12  menarik disimak Hadist Ibnu Abbas ra  sebagaimana yang termuat dalam kitab Hadist Shahih Bukhari . Berikut disajikan hadist dimaksud yang dikutip dari terjemahan kitab MUKHTASAR SHAHIH BUKHARI oleh Nashiruddin Albani , jilid 4 halaman 530 :
Dari Sa’ied , ia berkata : “ Seorang laki-laki berkata kepada Ibnu Abbas : ‘ Sesungguhnya aku mendapati dalam Al Qur’an perkara-perkara yang berselisih atasku …………………… Firman-Nya : “ AMIS-SAMAA’U BANAAHA “ ( Ataukah langit, Dia membangunnya ) hingga firman-Nya : “ DUHAA-HAA “ . Disebutkan padanya : PENCIPTAAN LANGIT SEBELUM BUMI . Kemudian Dia berfirman : “ A’INNAKUM LAA TAKFURUU-NA BIL LADZI KHALAQAL ARDHA FI YAUMI “          ( Sungguh kamu kafir kepada Yang Menciptakan bumi dalam dua  hari ). Pada ayat ini disebutkan : PENCIPTAAN BUMI SEBELUM LANGIT ……
Maka beliau ( Ibnu Abbas ra ) menjawab : “ ……………..… ‘ KHALAQAL ARDHA FIY YAUMAINI ‘ ( Allah SWT menciptakan bumi pada dua hari ) lalu menciptakan   langit . Kemudian Dia menuju langit dan menjadikannya pada dua hari yang lain. Setelah itu Dia membentangkan bumi . Membentangkannya adalah dengan mengeluarkan darinya air, padang rumput, menciptakan gunung-gunung, unta-  unta , bebukitan dan apa yang ada di antaranya pada dua hari yang lain. Itulah firman-Nya : “ KHALAQAL ARDHA FIY  YAUMAIN “ ( Dia menciptakan bumi pada dua hari ). Bumi dan segala yang ada padanya dijadikan pada empat sedangkan langit dijadikan pada dua hari ……………………………… Jangan berselisih atasmu Al Qur’an. Sesungguhnya , semuanya berasal dari sisi Allah ”.
Hadist di atas  kita sebut HADIST MAUQUF  atau lebih tepat disebut  ATSAR SAHABAT yaitu hadist yang berisi fatwa  atau anggapan sahabat atau yang diriwayatkan terhenti hanya sampai sahabat dan tidak sampai kepada Nabi saw . Hadist di atas mengungkapkan penjelasan Abdullah bin Abbas ra ( Ibnu Abbas ra ) tentang masa dan urutan penciptaan antara langit dengan bumi kepada seorang laki-laki yang memahamkan adanya kontradiksi antara ayat An Naazi’at 27- 30 dengan ayat Fushilat 9/11. Berikut disajikan terjemahan kedua ayat Al Qur’an yang dinilai bertentangan oleh laki-laki tersebut dan mempertanyakannya kepada Ibnu Abbas ra .

Ayat An Naazi’at 27-30  :
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah LANGIT YANG TELAH DIBANGUN-NYA. Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya
Dan Dia menjadikan malamnya ( gelap gulita ) dan menjadikan siangnya ( terang benderang ) . Dan SETELAH ITU BUMI DIA HAMPARKAN
Ayat Fush-shilat 9/11
Katakanlah : “ Pantaskah kamu ingkar kepada TUHAN MENCIPTAKAN BUMI DALAM DUA HARI dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya   ( ayat 9 )
KEMUDIAN DIA MENUJU KE LANGIT dan (langit) itu masih berupa asap ( ayat 11)

Laki-laki itu menilai , menurut ayat An Naazi’at 27 -30 , LANGIT DICIPTAKAN LEBIH DAHULU DARI BUMI , sedangkan menurut ayat Fushshilat 9/11 , BUMI DICIPTAKAN LEBIH DAHULU DARI LANGIT . Tentu dalam keyakinan laki-laki itu , tidak mungkin ayat Al Qur-an berkontradiksi antara satu dengan yang lain . Oleh karena itulah ia bertanya kepada Ibnu Abbas ra tentang masalah tersebut . Dan Ibnu Abbas ra telah memberikan penjelasan, bukan berdasarkan keterangan Nabi saw melainkan pendapat atau menurut pemahaman Ibnu Abbas ra pribadi sesuai dengan “ pengetahuan sains “ yang dimiliki masyarakat pada waktu itu. Penjelasan Ibnu Abbas ra menurut hadist di atas adalah demikian :
-    Yang mula-mula diciptakan adalah BUMI selama dua hari .
-    Kemudian Allah menuju kepada penciptaan LANGIT , juga selama dua hari
-    Sesudah Allah menciptakan LANGIT , kemudian ALLAH MEMBENTANGKAN BUMI ,yang maksudnya Allah mengeluarkan air, padang rumput , MENCIPTAKAN GUNUNG-GUNUNG  unta-unta , bebukitan dan apa yang ada di antaranya pada dua hari .
-    Dengan demikian masa penciptaan bumi empat hari dan masa penciptaan langit dua hari .
 Inti permasalahannya , mana yang diciptakan lebih dahulu menurut Al Qur’an, BUMI ATAUKAH LANGIT ?  Dan Ibnu Abbas ra telah memberikan jawaban yang tegas bahwa BUMI DICIPTAKAN LEBIH DAHULU DARI LANGIT . Cuma pada waktu itu BUMI BELUM DIBENTANGKAN yaitu belum ada air , belum ada gunung-gunung dan segala yang ada . Masih kosong . Setelah langit diciptakan , barulah BUMI YANG KOSONG dilengkapi dengan air , rumput , gunung-gunung dan sebagainya .
Kajian nalar atas isi hadist tersebut memberikan kesimpulan tentang KETIDAK-BENARAN ISINYA sehingga dapat dikatakan hadist ini adalah HADIST DHA’IF dari segi matannya sekalipun dari segi sanad adalah hadist shahih . Apakah kita harus mengatakan bahwa  HADIST  DENGAN ISI YANG TIDAK BENAR INI ADALAH BENAR lantaran karena shahih sanad-nya ? Bagaimana kita menetapkan ketidak-benaran isi hadist ini ? Hal ini dapat dikemukakan sebagai berikut :

1.  Ibnu Abbas ra mengatakan BUMI DICIPTAKAN DALAM EMPAT HARI  yaitu DUA HARI PENCIPTAAN AWAL  dan DUA HARI UNTUK PENGHAMPARAN BUMI. Berbeda dengan terjemahan ayat Fushshilat 11  : “ DIA TENTUKAN MAKANAN-MAKANAN ( bagi penghuninya ) DALAM EMPAT HARI “. Jadi menurut terjemahan dalam “ AL QUR’AN DAN TERJEMAHNYA “ Dep. Agama RI,  EMPAT HARI adalah tenggang untuk menetapkan MAKANAN-MAKANAN bagi penghuni bumi , BUKAN MASA PENCIPTAAN BUMI seperti yang dikatakan Ibnu Abbas ra .
2.      Dalam penjelasan Ibnu Abbas ra ada penahapan dalam penciptaan bumi yaitu PENCIPTAAN AWAL di mana bumi dalam “ KEADAAN KOSONG “ . Kemudian pada tahap pasca penciptaan langit , ada tahap PEMBENTANGAN BUMI . Dalam tahap ini barulah GUNUNG-GUNUNG DICIPTAKAN ! Aneh , karena bagaimanapun penciptaan gunung menyatu dengan penciptaan bumi.
3.    Penjelasan Ibnu Abbas ra dalam hadist di atas  bertentangan dengan temuan sains yang sudah diakui kebenarannya . 

Oleh karena itulah , kita tolak hadist tersebut sebagai hadist shahih dan menyatakan secara pasti sebagai HADIST DHA’IF dalam pengertian bila memang Ibnu Abbas ra. menyatakannya yang didasarkan pada pemahaman pribadi sesuai dengan  “ pengetahuan sains “ yang dimilikinya dan dimiliki masyarakat pada masa itu . Kita bersepakat pada satu hal atas isi hadist Ibnu Abbas yaitu pesan Ibnu Abbas ra : “Jangan berselisih atasmu Al Qur’an. Sesungguhnya , semuanya berasal dari sisi Allah  “ karena memang kedua ayat Al Qur’an tersebut tidak bertentangan bahkan kedua ayat tersebut saling menunjang dan sesuai dengan penemuan sains modern . Pemahaman kita secara awam atas ayat Al Qur’an telah mengantarkan kita kepada sikap untuk menyatakannya sebagai ayat-ayat yang bertentangan . Tetapi jika disimak dengan baik melalui pemahaman sains modern justru kita mendapat kebenaran tentang ayat-ayat Al Qur’an tersebut dan kedua ayat tersebut tidaklah bertentangan.
Dan mengenai ketidak-benaran pejelasan Ibnu Abbas ra dalam hadist di atas bisa dipahami karena memang berangkat dari pemahaman menurut masanya pada waktu itu . Bisa jadi banyak di antara kita yang tidak berani menyalahkan pernyataan Ibnu Abbas ra tentang urutan penciptaan dan periode penciptaan tersebut, apalagi pernyataan Ibnu Abbas ra tersebut tercantum dalam Hadist Shahih Bukhari . Sikap seperti itu hanya menunjukkan kevakuman berpikir manusia justru di zaman modern ini. Sebuah sikap yang menjadi salah satu sumber keterbelakangan dan keterpurukan ummat Islam dibandingkan dengan ummat agama lain. Masih saja ada yang mencoba mempertahankan “ kebenaran “ pernyataan Ibnu Abbas ra lantaran disebutkan sebagai hadist shahih padahal yang dikatakannya sangat tidak benar dan sangat tidak masuk akal . Tidak diragukan lagi bahwa apa yang dikatakan Ibnu Abbas ra adalah salah . Demikian itu tidak mengherankan . Jangankan Ibnu Abbas ra yang hidup di masa 1500 tahun yang lalu dengan pengetahuan sains yang sangat minim, bahkan Ulama-Ulama yang di masa modern sekarangpun  bisa terjengkang dengan pernyataannya yang tidak benar tentang alam semesta . Tidak kurang dari Ulama besar seperti BIN BAZ dan IBNU ‘ UTSAIMIN  yang terjengkang . Majalah QIBLATI dalam kolom “ KOREKSI “ ( hal. 30 , edisi 11 tahun II , Agustus 2007 M – Rajab 1428 H ) memuat penjelasan MAMDUH FARHAN AL BUHAIRI sebagai pembelaan atas kedua Ulama besar tersebut sebagai berikut :
…. yang menyebabkan sebagian Ulama – di antara mereka adalah IBNU BAZ dan IBNU ‘UTSAIMI- TIDAK MENYATAKAN BERPUTARNYA BUMI adalah karena tidak adanya dalil shahih menurut mereka dalam masalah tersebut , di tambah lagi dengan persangkaan mereka bahwa penetapan perputaran bumi hanyalah sekedar teori yang mungkin bisa disanggah ……...………………………………………………………………………………………… ......... – bahwa tidak termasuk menjadi SYARAT SEORANG ALIM untuk tidak melakukan suatu kesalahan. Kesempurnaan itu langka. Maka janganlah berlebih-lebihan dalam mencintai seorang Ulama , namun jangan pula kita mencari-cari kesalahannya sehingga kita telah berbuat kurang adil terhadap seorang   Ulama . Tidak ada seorang manusiapun di dunia ini yang selamat dari suatu kesalahan
Bagaimana bunyi pendapat Bin Baz dan Ibnu Utsaimi tentang tidak berputarnya bumi ( baik gerak revolusi bumi mengelilingi matahari ataupun gerak rotasi bumi mengelilingi sumbunya ) , tidak dijelaskan oleh Mamduh Farhan Buhairi. Namun dari pernyataan Mamduh Farhan Buhairi , tahulah kita bahwa kedua Ulama besar tersebut – yang justru hidup di abad modern ini – masih berpendapat bahwa bumi tidak berputar , sama dengan pendapat manusia tiga ribu- empat ribu tahun yang lalu . Dan pendapat kedua Ulama besar itu muncul hanya gara-gara tidak disebut dalam hadist shahih atau dalil yang shahih . Tetapi pembelaan Mamduh Farhan Al Buhairi berlebihan . Jika kita mengungkapkan adanya kekeliruan pendapat dan fatwa seorang Ulama dan memberikan kritik atas pernyataannya, janganlah diartikan bahwa kita mencari-cari kesalahan dan mencaci maki Ulama tersebut  , melainkan menyatakan bagaimana yang sebenarnya supaya mereka yang terlalu fanatik dan mengkultus-individukan seorang Ulama dapat mengetahui yang benar tentang masalah yang dibicarakan. Kita tidak perlu mencaci maki Ulama akibat kekeliruannya . Dan kritik yang diberikan atas pernyataan seorang Ulama tidak harus diartikan sebagai caci-maki . Fakta ayat Al Qur’an menunjukkan ada ayat Al Qur’an yang bersifat kauniah dan ada pula yang bersifat kauliah . Ayat kauniah adalah ayat-ayat Al Qur’an yang terkait dengan alam semesta sedangkan ayat kauliah adalah ayat-ayat yang terkait dengan penetapan hukum ( baik ibadah maupun mu’amalah ). Pemahaman ayat kauniah menjadi sandungan bagi para Ulama Fiqih dan Ulama Hadist karena penjelasan tentang ayat-ayat kauniah membutuhkan ilmu pendukung yaitu sains , yang justru sangat sedikit bahkan tidak dimiliki para Ulama Fiqih dan Ulama Hadist . Oleh karena itu , perlu diluruskan paradigma yang terbangun selama ini , seakan-akan Ulama Hadist dan Ulama Fiqih telah mengetahui segala-galanya , mulai dari Ilmu Fiqih dan Ilmu Hadist sampai kepada Sains . Tetapi fakta yang terkait tentang  “ terjungkal “-nya kedua Ulama besar – Bin Baz dan Ibnu Utsaimi – dengan pernyataannya berkenaan dengan  pemahaman tentang gerak bumi , telah menunjukkan kesalahan paradigma tersebut . Kedua Ulama tersebut tidak memiliki otoritas keilmuan untuk membicarakan sains karena memang wilayah disiplin keilmuannya tidak menyentuh ke sana . Apa yang terjadi dengan pernyataan ledua Ulama tersebut menjadi fakta yang menyadarkan kita bahwa bukan saatnya lagi mendewa-dewakan Ulama Hadist dan Ulama Fiqih sepanjang permasalahan yang dibicarakan melenceng dari wilayah disiplin ilmu yang dimilikinya ( ILMU AGAMA – FIQIH – HADIST ). Tapi masalah hadist dan Fiqih patutlah kita dengarkan dan menyimaknya karena keluasan ilmunya di bidang tersebut. Untuk urusan sains  ( Ilmu Pengetahuan Alam ) serahkan kepada ahlinya karena sains tidak bisa dibedah dengan ILMU FIQIH.
Kita simak pula tafsir Ibnu Katsier atas ayat Fush-shilat 9 – 12  ( - dikutip dari Terjemah Singkat TAFSIR IBNU KATSIER , oleh H. Salim Bahreisy dan  H.Said Bahreisy dan yang dikutip hanya kalimat yang mengungkap penciptaan langit dan bumi saja - ) berikut :
….. apakah kamu kafir kepada Tuhan yang telah menciptakan bumi dalam dua masa  dan ……….. Dia-lah Tuhan seru sekalian alam, pencipta segala sesuatu , Tuhan alam semesta ,yang menjadikan bumi berbarokah menghasilkan apa yang dibutuhkan para peng-huninya berupa padi-padian, buah-buahan , yang bersama-sama penciptaan buminya menjadi empat masa  sesuai bagi yang memerlukannya , kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit yang masih merupakan asap yang naik dari air bumi tatkala diciptakan. ………………………………….. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam tempo dua masa pula dan Dia mewahyukan penertiban bagi tiap-tiap langit apa yang dibutuhkan malaikat-malaikat dan lain-lain kebutuhan yang hanya Dia-lah yang mengeta-huinya . Dan Dia jualah yang menghiasi langit terdekat dengan berbagai bintang dan planet yang bersinar cemerlang menyinari bumi………………………
Pengetahuan apa yang dapat dipetik dari Tafsir Ibnu Katsier tentang penciptaan langit dan bumi berdasarkan ayat Fush-shilat 9 – 12 ini ?  Kita dapat sarikan sebagai berikut :
1.        Pertama-tama Tuhan menciptakan bumi dalam dua masa .
2.        Kemudian Tuhan menjadikan di atas bumi berbarakah dengan tumbuhnya padi-padian, buah-buahan , yang dibutuhkan penghuninya . Periode  penciptaannya adalah empat masa , di mana termasuk masa penciptaan bumi itu sendiri . Dengan demikian masa penciptaan padi-padian, buah-buahan , yang dibutuhkan atau menjadi makanan penghuninya adalah dua masa .
3.        Kemudian Tuhan menuju penciptaan langit yang masih berupa asap di mana asap ini diperoleh dari hasil penguapan air di bumi ketika bumi diciptakan.  Proses penciptaan langit yang terdiri dari tujuh langit ini berlangsung dua masa .
4.        Lalu Allah SWT menghiasi langit terdekat dengan bintang-bintang dan planet yang bersinar cemerlang  dan menyinari bumi .

Menyimak isi Tafsir Ibnu Katsier di atas, kita mendapatkan pemahaman bahwa bumi lebih dahulu diciptakan bahkan buah-buahan dan padi-padian lebih dahulu ada daripada langit .  Bagaimana hal itu bisa terjadi padahal untuk pertumbuhan pohon–pohon sehingga berbuah , begitu pula dengan padi-padi, pasti membutuhkan sinar matahari yang justru pada saat itu belum diciptakan ? Begitu pula jika penciptaan langit dari asap yang berasal dari proses penguapan air di bumi , lalu bagaimana penguapan itu bisa terjadi padahal matahari yang dibutuhkan untuk melancarkan penguapan justru belum diciptakan ? Tidak diragukan lagi betapa “ anehnya “ penafsiran Ibnu Katsier tentang penciptaan langit dan bumi menurut  ayat Fush-shilat 9 – 12 tersebut . Ibnu Kasier adalah ahli sejarah dan ahli Tafsir . Tapi sayang memberi tafsir yang janggal atas ayat Fush-shilat 9 – 12 karena tidak tahu tentang sains. Apakah kejanggalan tersebut harus diakui kebenarannya lantaran dikemukakan seorang ahli Hadist dan ahli Sejarah ?
Tafsir Jalalain ( yaitu tafsir yang disusun oleh dua orang bernama “ JALALUDDIN “ yaitu Imam Jalauddin Al Mahally dan Imam Jalaluddin As Suyuthi ) atas ayat Fush-shilat 9 -12  juga mengungkapkan  “ kejanggalan “ dari pandangan dan pemahaman sains , sebagai berikut :
1.        Bumi diciptakan dalam dua hari yaitu hari Ahad dan hari Senin.
2.        Dijadikan di atas bumi gunung-gunung yang kokoh dan kuat , memberkahinya dengan air yang banyak dan tanam-tanaman serta pohon-pohon , membagi-bagikan padanya kadar makanan-makanannya untuk manusia dan fauna , dalam masa dua hari yaitu hari Selasa dan hari Rabu , sehingga untuk kejadian sempurna bagi bumi seluruhnya adalah empat hari         ( Ahad- Senin- Selasa- Rabu ).
3.        Lalu diciptakan langit ( - tujuh langit - ) yang pada saat itu masih berupa asap yang membumbung tinggi  dalam dua hari yaitu hari Kamis dan hari Jum’at . Dan pada hari itu juga – yaitu pada hari Jum’at – diciptakan Nabi Adam . Kemudian langit dihiasi dengan bintang-bintang .
Dari tafsir Jalalain ini tidak disinggung HARI SABTU  dan pada hari itu untuk penciptaan apa ataukah pada hari itu Tuhan tidak melakukan penciptaan apa-apa ?
Merujuk pada Tafsir Jalalain ini , rupanya bumi dengan segala pepohonan, tanaman , fauna dan sebagainya diciptakan lebih dahulu dari langit dan segala benda langit . Jelas sekali tafsir ini bertentangan dengan fakta sains . Tidak mungkin ada kehidupan di bumi bila tanpa cahaya matahari sedangkan matahari baru diciptakan sesudah penciptaan bumi dengan segala makhluk hidupnya  . Juga bila dibandingkan dengan hadist Abu Hurairah , terdapat perbedaan .  Jika dalam tafsir Jalalain ini dikatakan bahwa bumi diciptakan pada hari AHAD dan SENIN , tetapi menurut hadist Abu Hurairah , TANAH ( - jika dimaknakan dengan BUMI - ) diciptakan pada hari SABTU . Sedangkan menancapkan gunung dan mengadakan pepohonan serta tanam-tanaman , menurut hadist Abu Hurairah terjadi pada hari AHAD dan SENIN  tetapi menurut tafsir Jalalain terjadi pada  hari SELASA dan RABU . Dan sebagaimana yang telah disinggung sebelum ini , Tafsir Jalalain tidak menyebut HARI SABTU , sedangkan Hadist Abu Hurairah menyebut HARI SABTU sebagai hari penciptaan TANAH . Perbedaan-perbedaan ini hanya semakin memperkuat kesimpulan ketidak benaran tentang hari-hari penciptaaan alam semesta ( bumi dan langit ) baik menurut hadist Abu Hurairah ataupun Tafsir Jalalain .
Selanjutnya mengenai permasalahan yang muncul dengan terjemahan ayat Fush-shilat 9 – 12 adalah masalah objek penciptaan . Berdasarkan rangkaian ayat , disebutkan lebih dahulu penciptaan bumi dalam dua masa , lalu penciptaan gunung-gunung dan menetapkan kadar makanan-makanan bagi penghuninya ( penghuni bumi ) dalam empat masa .  Kemudian Allah menuju langit dan melakukan penciptaan langit dalam dua masa . Dan selanjutnya menghiasi langit dengan bintang-bintang , tanpa periode penciptaan bintang-bintang .
Demikian urutan penciptaan objek alam semesta  menurut Tafsir  tetapi dari kaca mata sains , sangat tidak masuk akal. Dan menjadi pertanyaan yang sangat sentral , apakah memang demikian yang dimaksudkan oleh Allah SWT dalam ayat Fush-shilat 9 -12 ataukah pemahaman yang demikian  hanya karena berdasarkan terjemahannya ?. Satu hal yang perlu ditekankan di sini bahwa terjemahan Al Qur’an bukanlah Al Qur’an .

MEMAHAMI AYAT FUSHSHILAT  10

Untuk  menyatakan apakah ayat - ayat Al Qur’an  yang menyebut masa penciptaan alam semesta  
  “ 6 hari “ bertentangan atau tidak bertentangan dengan ayat Fushshilat 9,10 & 12 ,  yang menunjukkan masa penciptaan alam semesta adalah “ 8 hari “  ( - menurut  interpretasi orang awam ), maka harus diyakinkan dulu apakah benar ayat Fushshilat  9,10, 12  benar-benar menyatakan masa penciptaan alam semesta adalah 8 hari , ataukah tidak lebih dari hasil pemahaman yang keliru atas ayat Fushshilat 9,10,12 ? Ketika kita tahu bahwa yang demikian merupakan pemahaman yang keliru maka dengan sendirinya tidak benar lagi mempertentang-kannya dengan ayat-ayat Al Qur’an yang menyebut masa penciptaan alam semesta : 6 hari . Mempertentangkannya justru menunjukkan kebodohan .
Secara kesatuan ada kesulitan memahami makna ayat Fushshilat  9 -12  berdasarkan terjemahan, khususnya mengenai ayat Fushshilat 10. Bahkan terjemahan yang diberikan bisa membawa kepada pemahaman yang tidak masuk akal sama sekali karena bersalahan dengan fakta sains yang sudah mapan . Tapi syukurnya , kita masih memiliki teks asli dari ayat tersebut  dalam Al Qur’an yang terjaga dari perubahan oleh tangan-tangan manusia, sehingga kemustahilan yang muncul dari setiap terjemahan bisa dipangkas melalui analisis ayat Al Qur’an tersebut. Tidak seperti Bibel, kitab suci penganut Kristen yang sudah mengalami perubahan .
Mari kita perhatikan terjemahan ayat Fushshilat 10 berdasarkan Al Qur’an Dan Terjemahnya , Dep.Agama RI , yang dikutipkan kembali sebagai berikut :
Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya . Dia memberkahinya dan  Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan ( penghuni ) - nya dalam empat masa    ( Penjelasan ini sebagai jawaban ) bagi orang-orang yang bertanya . ( ayat 10 ) .                  
Menyimak terjemahan ayat Fushshilat 10  di atas , kita mendapatkan gambaran  yang sangat aneh yaitusesudah Allah menciptakan bumi dalam dua masa , lalu Allah menciptakan gunung-gunung di bumi , sekaligus menentukan kadar makanan penghuninya dalam empat masa . Apakah gunung-gunung itu bukan bagian dari bumi sehingga Allah SWT menciptakan gunung-gunung secara tersendirisekaligus menetapkan kadar makanan penghuninya ? Sangat mustahil , sebab gunung-gunung adalah bagian dari bumi , sehingga penciptaannya pun merupakan bagian dari penciptaan bumi . Rupanya pada ayat Fushshilat 10, penterjemah telah menterjemah-tafsirkan kata“ rawasiya “ ( ﺮﻭﺳﻰ  )dengan “ gunung-gunung “ dan kata  “ aqwaataha “ (ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  dengan  “ makanan-makanan penghuninya  “.
Untuk memudahkan pembahasan , sebaiknya kedua kata yaitu “ rawasiya “ ( ﺮﻭﺳﻰ  ) dan           “aqwaataha “(ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  ini ditulis tetap dalam terjemahannya sehingga terjemahan ayat Fushshilat 10 menjadi berbunyi sebagai berikut :

       Dan Dia menciptakan di bumi itu RAWASIYA yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar AQWAAT-nya dalam empat masa .(Penjelasan ini sebagai jawaban ) bagi orang-orang yang bertanya . ( ayat 10 ) .

Ada dua kata kunci yang perlu dibahas pada ayat Fushshilat 10 , yaitu kata  “ rawasiya “ dan kata “aqwaat “ , yang disajikan sebagai berikut :

1.  Kata  “ Rawasiya “ (  ﺮﻭﺳﻰ  )
Kata  “ Rawasiya “ (ﻭﺳﻰ   ) mempunyai akar kata “  rasaa “  (  ﺭﺳ   ) dengan denklinasinya :
 ﺮﺳﻭﺍ  -  ﻳﺮﺳﻭ “  yang berarti : “ tetap, tak bergerak , terikat  “. Misalnya pada kata  “ ﺇ ﺳﺎ - ﺃ ﺳﻰ    “ berarti :  “ mengikatkan pada sauh  “. Dan  seperti kalimat :   “  ﺮﺳﻦ ﺍ ﻠﺪ ﺍ ﺑﺔ   “  berarti  “ tali pengikat hewan  “.  Kembangan lain dari kata “  rasaa “  (  ﺭﺳ   )  ini  adalah  ” raa-sin  ” (  ﺮﺍ ﺳﻭ  ) atau  ” raa-siyah  ”( ﺳﻴﻪ ﺮﺍ  ) yang  berarti  : tetap  , berlabuh  , kapal bersauh .  Berdasarkan makna kata, maka kata “ Rawasiya “ ( ﺮﻭﺳﻰ  ) mempunyai makna  : pengikat , penambat . Bayangkan oleh anda akan seekor kuda yang tertambat atau yang terikat pada sebuah pohon dengan seutas tali . Kuda hanya bisa berlari-lari mengelilingi dengan keadaan tetap terikat pada pohon . Antara kuda dengan pohon terjadi gaya aksi-reaksi yang terlihat gejalanya pada tegangan tali. Dengan kata lain , kuda tidak bisa ke mana-mana karena adanya gaya yang tampak pada tegangan tali . Dalam hal ini , “ Rawasiya “   (ﺮﻭﺳﻰ   ) –nya bukan tali itu sendiri melainkan sesuatu yang terbentuk pada tali sebagai bentuk interaksi antara kuda  dengan pohon . Interaksi ini disebut dengan gaya ikat atau gaya tarik .
Kita tidak tahu, mengapa para penterjemah Al Qur’an mengartikan kata “ Rawa-siya “ (ﺮﻭﺳﻰ   ) dengan : “ gunung-gunung “ , padahal dalam sejumlah terjemahan ayat-ayat Al Qur’an , justru     “ gunung-gunung“ adalah terjemahan untuk kata : “ jibaala    ( ﺧﺑﺎ ﻝ ) . Berbagai ayat Al Qur’an menunjukkan hal itu , misalnya  :

-          Wa takuw-nul jibaalu kal ihnil man-fuws
      Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan
-          Wa ilal jibaali kay-fa nushibat
                  Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan              
-          Wal jibaala arsaaha
      Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh
-          Wal jibaala aw-taadaa
                  Dan gunung-gunung sebagai pasak
-          Yaw-ma tarjuful ardhu wal jibaalu wa kaa-natil jibaalu katsiy-ban mahiy-la
      Pada hari , bumi dan gunung-gunung bergincangan dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan .
Terlihat jelas  kata “ gunung-gunung “ sebagai terjemahan untuk kata “ jibaala ” ( ﺧﺑﺎ ﻝ ) . Lalu mengapa , untuk kata “ gunung-gunung “ dipakai sebagai kata terjemahan untuk  “ rawasiya “  (  ﺮﻭﺳﻰ ) pada ayat Fushilat dan beberapa ayat lain-nya ? Mungkin dihubungkan dengan makna kata “ aqwaataha“  (ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  ) yang nanti akan dijelaskan.
Mengartikan dan menterjemahkan kata “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ    ) dengan “ gunung-gunung “  sebenarnya menimbulkan permasalahan . Ayat Luqman 10 ( juga ayat Al Anbiyaa 31 ) menegaskan fungsi dari “rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ    ) yaitu : “ Dia meletakkan rawaasiya di bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu “ . Jika  “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ    ) diartikan dengan    “ gunung-gunung “ berarti fungsi dari  “gunung-gunung “ adalah supaya bumi “ tidak menggoyangkan kamu “. Fungsi yang membingungkan sebab fakta justru menunjukkan , jika terjadi gempa , nyatanya kita tetap bergoyang-goyang dan lucunya gunung-gunung itu sendiri ikut digoyang-goyang. Jadi ada kejanggalan dan sesuatu yang belum dipahami jika “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ  ) diterjemahkan dengan “ gunung-gunung “. Maknanya kita kembalikan saja pada asal kata dari “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ  ) yaitu  “ gaya ikat “ atau “ gaya   tarik “. Dan untuk bumi , gaya ikat atau gaya tarik dimaksud adalah GAYA GRAVITASI BUMI . Dr. Baiquni , pakar Nuklir Indonesia mengartikan ” rawasiya ” ini dengan gaya ikat nuklir.
Untuk diketahui sejumlah ayat yang menyebut kata “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ    ) , yaitu :  Al Anbiya 31 , An Nahl 15 , Ar Ra’d 3  , Al Hijr 19 , An Naml 61 , Luqman 10 , Qaaf 7 , dan Al Mursalat 27 ,

2.   Kata kunci  “ aqwaataha “ (ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  ) .
Kata  “ aqwaataha “ (ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  ) berasal dari kata :  “  ﻗﻭﺓ  -   ﻳﻘﻭﻯ   -   ﻗﻭﻯ  -      “  (  qawiya – yaqwaa – quwwatan  )  dan mempunyai makna ganda , yaitu  :

a.   Kuat ; teguh  atau menguasai . Jadi kosa kata bahasa Indonesia : “ kuat “ adalah kosa kata pinjaman dari bahasa Arab : “ quwwatan “ lalu berkembang pula mem-bentuk kosa kata : kawatkarena kuatnya jika dipakai mengikat . Kembangannya dalam pengertian ini adalah :  “  ﻗﻭﺓ  “   - jamaknya :  “ ﻗﻭﺍ ﺕ  ﻗﻭﻯ  -      “ yang berarti  : kekuatan .
b.   Lapar  atau   kosong ; sunyi  :  “  ﻗﻭﻯ   -   ﻗﻭﺍﺀ      “                            

Dalam terjemahan yang telah dikutipkan di muka, rupanya kalimat ayat Fushshilat  10  : wa qaddara fiy-haa aqwaatahaa -  ﻓﻳﻬﺎ ﻭﻗﺪﺮﻓﻳﻬﺎ ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  -  telah diterjemahkan dengan :  “ menentukan padanya kadar makanan-makanan ( penghuni ) nya  “, maksudnya  “ makanan-makanan penghuni bumi “. Dengan kata lain, kata “ aqwaataha - ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  “  diartikan dengan  “ makanan-makanan  ( penghuni )nya “. Sulit memahami bagaimana penjelasannya sehingga kata “ aqwaataha - ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ “ diartikan dengan  “makanan-makanan  ( penghuni )nya “. Kita hanya menduga , mungkin penterjemah telah mengambil makna yang kedua dari kata  “ aqwaataha -   ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ “ ini , yaitu : lapar  atau kosong ; sunyi . Perut yang lapar atau kelaparan hanya dapat diobati atau selalu berhubungan dengan “ makanan “ sehingga jadilah kata “ aqwaataha -  ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  “ diartikan dengan “ makanan-makanan ( penghuni )nya “. Ini hanya dugaan dan kita kembangkan . Oleh karena kata “ aqwaataha ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  “ telah diartikan dengan “makanan-makanan ( penghuni )nya “ sedangkan makanan-makanan bisa diperoleh di gunung- gunung , maka kata    “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ    ) yang berkaitan dengan   “ aqwaataha -  ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  “ tersebut pun diartikan dengan    “ gunung –gunung “. Jika dugaan ini benar , sangat mengherankan mengapa tidak terpikir oleh para penterjemah untuk mengambil makna yang pertama : Kuat ; teguh  atau menguasai  ?Barangkali karena penterjemah merujuk pada kitab-kitab tafsir terdahulu , di mana pemahaman dan penguasaan sains modern tentu saja belum menyentuh para penafsir Al Qur’an untuk menangkap makna sains yang terkandung dalam ayat-ayat Al Qur’an . Ini dugaan semata-mata .
Ada kejanggalan yang mengganggu jika kata “ aqwaataha ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  “ diartikan dengan “ makanan-makanan ( penghuni )nya “. Dalam sejumlah ayat Al Qur’an , kata  “ quwwatan “ memang diartikan dengan : kuat  atau kekuatan . Misalnya, dalam ayat Al Hajj 74  : innallaaha laqawiyya (  ﺍ ﻦﺍ ﷲ  ﻟﻘﻭﻯ  -  -  ) – yang berarti   : Sesungguhnya Allah Maha Kuat. Tentu saja sangat tidak benar jika diartikan dengan : “ Sesungguhnya Allah Maha Makanan “ . Hal yang sama dapat diterapkan , misalnya pada ayat Al Baqarah 63 dan Al Baqarah 93 :  biquwwatan   (   ﺑﻗﻭﺓ   ) , Al Kahfi 39 :  ﻗﻭﺓ  quwwata ) dan lain sebagainya untuk menguji kebenaran jika kata “ quwwatan “ memang diartikan dengan : makanan-makanan . Semuanya hanya menunjukkan makna : Kuat atau Kekuatan . Dengan demikian , kata  “aqwaataha - ﺃ ﻗﻭﺍ ﺗﻬﺎ  “  dalam ayat Fushshilat 10 , tidak bisa tidak,  hanya bisa diartikan dengan :Kekuatan atau Gaya .
Berangkat dari pemahaman kata  “ rawasiya “ dan “ aqwaataha “  sebagaimana yang telah dijelaskan , maka terjemahan  ayat Fushshilat 10 , dapat ditulis  :
Dan Dia menciptakan di bumi itu GAYA GRAVITASI yang kokoh di atasnya . Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar KEKUATAN -nya dalam empat masa . ( Penjelasan ini sebagai jawaban ) bagi orang-orang yang bertanya . ( ayat 10 ) .  
Dengan demikian terjemahan tafsir ayat Fushshilat 9-12 secara lengkap adalah 
Katakanlah : “ Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya ? ( Yang bersifat ) demikian , itulah Tuhan Semesta Alam . ( ayat 9 )
Dan Dia menciptakan di bumi itu GAYA GRAVITASI yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar KEKUATAN-nya dalam empat masa. ( Penjelasan ini sebagai jawaban ) bagi orang-orang yang bertanya . ( ayat 10 ) .  
Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap , lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi : “ Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa “. Keduanya menjawab: “ kami datang dengan suka hati “ ayat 11 ) .
 Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya . Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memelihara dengan sebaik-baiknya . Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.  ( ayat 12) .
      
Kembali kepada ayat Luqman 10 ( juga ayat Al Anbiyaa 31 ) yang menegaskan fungsi dari         “rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ   ) yaitu : “ Dia meletakkan rawaasiya di bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu “. Pemaknaan “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ  ) dengan “ GAYA GRAVITASI “ akan benar-benar menunjukkan fungsi “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ   ) tersebut  yaitu ” tidak meng-goyangkan kamu ” . Jika bumi tidak memiliki gaya gravitasi , apa yang terjadi pada manusia di atas bumi ? . Manusia akan terlempar dari bumi dan melayang-layang dalam ruang angkasa  tanpa pijakan . Inilah makna dari  “ supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu “ atau “ supaya bumi tetap berpusing bersama kamu “ yang berarti “ supaya kamu tetap terikat di bumi “ tidak melayang-layang di angkasa .
Selanjutnya ayat-ayat Al Qur’an yang menyebut “ rawasiya “ (ﺮﻭﺳﻰ    ) dapat dibaca :  Al Anbiyaa 31 ; An Nahl 15 ; Ar Raad 3 ;  Al Hijr 19 ; An Naml 61 ; Luqman 10 ; Qaaf 7  ;  Al Mursalat 27  .


GAYA INTERAKSI DALAM ALAM DAN PERIODE PENCIPTAAN MENURUT SAINS MODEREN.

Kita mengenal ada 4 sistem gaya interaksi yang bekerja dalam alam semesta baik makrokosmis atau mikrokosmis  . Keempat sistem gaya interaksi tersebut adalah  Gaya Gravitasi ,  Gaya Nuklir Lemah ,Gaya Elektromagnetik dan Gaya Nuklir  Kuat, masing-masing memiliki kadar kekuatan sendiri-sendiri ( Wa qaddara fiy-haa aqwaatahaa ). Gaya Gravitasi yang paling lemah, menyusul Gaya Nuklir Lemah, kira-kira seperseribu kali Gaya Elektromagnet , kemudian diikuti Gaya Elektromagnetik , dan terakhir yang paling kuat yaitu Gaya Nuklir Kuat , kira-kira seratus kali Gaya Elektromagnetik. Gaya Gravitasi dan Gaya Elektromagnetik mempunyai jangkauan panjang dan bertanggung jawab atas struktur makro, yaitu Gaya Gravitasi mendominasi tatanan planet, bintang , galaksi dan seterusnya . Sedangkan Gaya Elektormagnetik mendominasi atas susunan materi, benda padat , cair maupun gas atau yang mempengaruhi perubahan suatu atom menjadi atom lain. Gaya Nuklir Kuat dan Gaya Nuklir Lemah, mempunyai jangkauan pendek, tersembunyi di dalam inti atom. Gaya Nuklir Lemah bertanggung jawab akan adanya proses peluruhan radioaktif beta atau yang mengikat inti atom dan elektron . Gaya Nuklir Kuat dipercaya bertanggung jawab dalam menyatukan nukleon ( proton dan neutron ) atau yang mengikat partikel-partikel fundamental ( quark, lepton, proton , netron ).
Bagaimanakah gaya-gaya interaksi tersebut tercipta dan bagaimana hubungan dengan penciptaan alam semesta ?  Teori yang paling unggul untuk menjelaskan penciptaan alam semesta dan mencocoki data penelitian adalah TEORI LEDAKAN AGUNG  ( BIG BANG THEORY ) . Sejak tahun 1920-an, Edwin Hubble  berhipotesis bahwa alam semesta dahulunya merupakan suatu kesatuan ( singularitas ) yang luar biasa padatnya  atau keadaan panas yang maha mampat . Ketika terjadi “ ledakan agung “ ( BIG BANG ) , terbentuklah alam semesta  dalam keadaan sekarang . Dasar pemikiran dari teori ini adalah ditemukannya fakta bahwa galaksi-galaksi dalam alam semesta raya terlihat semakin menjauh dari bumi.  Menjauhnya  galaksi atau  menjauhnya sebuah bintang yang terlihat dari bumi  adalah fakta yang tidak diragukan lagi . Hal ini dapat dideteksi berdasarkan prinsip Doppler pada cahaya. Makin jauh letaknya sebuah galaksi makin besar kecepatan pergeserannya yaitu bertambah 15 km/detik untuk setiap gerak 10 6 tahun cahaya. Adanya pergeseran bintang/galaksi dipahami dari adanya perubahan spektrum cahaya dari bintang atau galaksi tersebut dari warna merah berarah ke warna ungu . Dan berdasarkan hal ini diperkirakan alam semesta tercipta kira-kira 20 milyar tahun yang lalu .
Pada tahun 1964 – 1965, Arnos Penzias dan Robert Wilson  memastikan kebenaran Teori Ledakan Agung setelah berhasil mendeteksi radiasi yang ditinggalkan ledakan agung tersebut pada awal terciptanya alam semesta . Dari penelusuran mundur atas jejak keberadaan partikel-partikel dengan waktu parohnya masing-masing , kita mendapatkan gambaran penciptaan alam semesta secara garis besar sebagai berikut :
a.       Pada saat t  =  0 , awal mulainya “ ledakan agung “. Pada saat ini , keempat gaya interaksi merupakan satu kesatuan ( Grand Unified )  . Keempat gaya tadi identik , sama dan belum
dapat dibedakan antara satu dengan yang lain .  
b.      Pada saat t  = 10 -43 detik dari ledakan agung , gaya gravitasi  muncul , sedang ketiga gaya lainnya masih merupakan satu kesatuan .
c.       Pada saat  t  =  10 -35  detik dari ledakan agung , gaya nuklir kuat muncul. Pada saat ini ada tiga gaya yaitu gaya gravitasi , gaya nuklir kuat dan kesatuan gaya elektromagnetik dengan gaya nuklir lemah .
d.      Pada saat  t  =  10 -10 detik dari ledakan , gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah memisah sehingga pada saat tersebut, telah terbentuk keempat gaya yaitu gaya gravitasi , gaya nuklir kuat  , gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah .
e.       Pada saat  t =  10 -5  detik dari ledakang agung , mulai terbentuk partikel-partikel fundamental seperti quark , lepton dan sebagainya . Materialisasi energi  menjadi partikel-partikel dapat dipahami berdasarkan  rumus Einstein  :  E = mc2 .
f.       Pada saat  t  = 3 menit , mulai terbentuk partikel-partikel atom yaitu proton , netron dan electron .
g.      Pada saat  t  = 500.000 tahun  , mulai terbentuk atom  dan seterusnya  pembentukan molekul yang akan menjadi  bahan-bahan penciptaan .

Dari  penelusuran ini, dapat disusun periode penciptaan , yaitu  :
1.   Periode I  : 0  - 10 -43  detik  , awal ledakan agung dan terbentuk satu bentuk energi yang maha mampat  dalam kemanunggalan ( singularitas ) yaitu  keempat gaya interaksi masih berupa kesatuan tunggal.
2.     Periode  II  : 10 -43   - 10 -35 detik  , muncul gaya gravitasi , sedangkan ketiga gaya lainnya  ( gaya nuklir kuat , gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah ) masih merupakan satu kesatuan .
3.      Periode  III :  10 -35   - 10 -10  detik , muncul gaya nuklir kuat . Pada saat ini sudah ada tiga gaya yaitu gaya gravitasi , gaya nuklir kuat dan kesatuan gaya elektro-magnetik dengan gaya nuklir lemah .
4.     Periode  IV  :   10 -10  - 10 -5  detik , gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah memisah . Jadi pada periode ini , keempat gaya interaksi (gaya gravitasi , gaya nuklir kuat , gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah ) bereksistensi  .
5.      Periode  V   :   10 -5 detik – 3   menit , mulai pembentukan partikel-partikel fundamental.
6.    Periode  VI   : 3 menit – 500.000 tahun , pembentukan  partikel –partikel  atom seperti inti atom  ( proton dan neutron ) dan elektron .

Dari  “ 6 periode waktu “ penciptaan , kita dapat melihat , ada empat periode waktu untuk penciptaan gaya-gaya interaksi , dan ada dua periode penciptaan partikel-partikel atom . Keempat system gaya interaksi  yang diciptakan dalam  “ 4 hari “ atau “ empat periode waktu   (  ﻓﻰﺃ ﺮﺑﻌﺔ ﺃ ﻳﺎ ﻢ   ) sejalan dengan yang  telah  diungkapkan dalam ayat Fushshilat 10 : “ Dan Dia menciptakan di bumi ituRAWASIYA yang kokoh di atasnya . Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar AQWAAT-nya dalam empat masa . ( Penjelasan ini sebagai jawaban ) bagi orang-orang yang bertanya “ ( ayat 10 ) . Jangan dipahamkan bahwa tiap satu system gaya interaksi mengambil satu masa penciptaan, sehingga untuk keempat system gaya seluruhnya menjadi empat periode waktu . Melainkan  dipahami bahwa keempat sistem gaya interaksi tersebut dicipta secara bertingkat  dalam waktu empat periode waktu ( ﻓﻰﺃ ﺮﺑﻌﺔ ﺃ ﻳﺎ ﻢ  ) atau empat periode penciptaan RAWAASIYA ( energi ikat , baik gaya Gravitasi semesta ataupun energi ikat inti ) . 
Dua periode berikutnya adalah penciptaan partikel-partikel atom . Atom adalah bahan dasar penciptaan langit dan bumi . Ayat Fushshilat 11 telah digambarkanya:  “ Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap , lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi ... “.  Kata “ asap “ adalah terjemahan untuk kata “ dukhan “ yang dalam konteks sains dimaknakan dengan “ partikel-partikel atom “. Kalimat “ Dia berkata kepadanya ( yi  . kepada langit ) dan kepada bumi “  menunjukkan keadaan langit dan bumi sebagai yang padu . Dalam keadaan padu itulah langit diciptakan dalam “ 2 hari“ atau “ dua periode waktu “ sebagai mana yang dinyatakan dalam ayat 12 :  “ Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya …“. Sekalipun dalam ayat ini hanya disebutkan     “ LANGIT “ tetapi dalam ayat 11 dikatakan :  “ Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa  “ yang menunjukkan bahwa penciptaan dalam dua masa tersebut tidak hanya langit secara terpisah melainkan ketika langit dan bumi masih sebagai yang padu . Jelaslah, Al Qur’an telah memberikan isyarat-isyarat sains , yang dibuktikan kebenarannya oleh sains modern . Dengan demikian ” kisah penciptaan alam semesta ” yang tersajikan baik dalam hadist Abu Hurairah, Hadist Ibnu Abbas, Tafsir Ibnu Katsier, Tafsir Jalalain  dan Bibel/Alkitab, tidak sesuai dengan fakta sains .


P E N U T U P

Dari bahasan mengenai masa penciptaan alam semesta 6 periode penciptaan yang dinyatakan dalam Al Qur’an dan objek serta tahapan penciptaan berdasarkan penafsiran sains,  dapat disimpulkan secara garis besar yaitu :
1.        Enam periode penciptaan terdiri dari empat periode penciptaan sistem gaya interaksi dan dua periode penciptaan langit dan bumi . Masing-masing periode waktu dalam tahapan penciptaan , berbeda antara satu dengan yang lain  . 
2.        Periode waktu penciptaan bukan dalam pengertian  ” hari ” menurut  ukuran perputaran bumi pada porosnya ( rotasi bumi ) yang menghasilkan ukuran hari sebesar 24 jam . Tetapi memiliki pengertian rentang waktu tertentu dengan ukuran masing-masing untuk setiap objek yang diciptakan .
3.        Penciptaan langit dan bumi berlangsung bersamaan dalam dua periode waktu yang sama.,
4.        Gaya interaksi yang dicptakan dalam empat periode waktu , besarnya berbeda-beda .  ( Dia menentukan padanya kadar AQWAAT-nya dalam empat masa . )
Dengan demikian, bila dikatakan penciptaan alam semesta dalam ” enam hari ” maka yang dimaksud bukan pengertian hari yang dipahami sehari-hari  yang berukuran 24 jam masing-masing melainkan dalam pengertian ”  enam masa ”, dengan rentang waktu berbeda, yaitu :
a.         ” Hari Pertama ” dengan rentang waktu   0  - 10 -43  detik 
b.        ” Hari Kedua ” dengan rentang waktu  10 -43   - 10 -35 detik 
c.         ” Hari Ketiga ” dengan rentang waktu  10 -35   - 10 -10  detik
d.        ” Hari Keempat ” dengan rentang waktu  10 -10   - 10 -5  detik
e.         ” Hari Kelima ” dengan rentang waktu 10 -5 detik – 3   menit
f.         ” Hari Keenam ” dengan rentang waktu 3 menit – 500.000 tahun
Kemudian pada ” HARI KETUJUH ” ( - tidak termasuk dalam hari-hari penciptaan alam semesta yang disebutkan di atas ), barulah diciptakan segala makhluk antara lain penciptaan manusia ( Adam ) yang menurut sejumlah hadist berlangsung pada ” HARI JUM’AT ”. Dan hal yang terpenting adalah memahami adanya kesalahan terjemahan pada ayat Fush-shilat 10 oleh penterjemah yang menterjemahkan kata ”rawasiya ” dengan ” gunung-gunung ” dan  kata   ” aqwataha ” dengan ” makanan-makanan bagi penghuninya ”, suatu terjemahan yang memunculkan tuduhan bahwa Al Qur’an bukan wahyu Allah. Tetapi dengan penafsiran sains justru menunjukkan kebenaran Al Qur’an sebagai wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw, sekaligus membuktikan bahwa Al Qur’an bukanlah karangan Nabi Muhammad saw sebagaimana yang dituduhkan kaum non Muslim ( yaitu penganut Kristen khususnya ). Banyak isyarat-isyarat sains yang diberikan Al Qur’an dan seharusnya merangsang manusia untuk membuktikannya. Al Qur’an menantang manusia : ” Afalaa ta’qiluwn ” – ” Afalaa tatafak-karuwn ” – ”Afalaa taddabaruw-nal Qur’an ”. Ketika sains yang telah dicapai manusia belum mampu mengungkap isyarat-isyarat sains, bukan berarti ayat Al Qur’an yang mengangkat isyarat sains tersebut adalah ayat yang tidak terbukti kebenarannya melainkan dipahami pencapaian manusia di bidang sains belum mampu mengungkap isyarat sains yang disebut dalam Al Qur’an. Memahami  kebenaran Al Qur’an tidak bisa hanya dengan ilmu agama ( Fiqih, Hadist, Atsar ) dan kefasihan berbahasa Arab melainkan harus ditunjang dengan ” ILMU SEKULER ” ( Sains, Matematika, dan ilmu-ilmu dunia lainnya ).Wallahu a’lam .
 

Blogger news

Blog

Assalamualaikum wr. wb. selamat membaca artikel saya, semoga bermanfaat dan semoga dicatat amal oleh Allah SWT. <\marquee>